Biaya Penyakit Kronis Sedot Rp 50,2 Triliun, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 135 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah

Maumere-SuaraSikka.com: BPJS Kesehatan telah mengeluarkan Rp 190,3 trilun sepanjang tahun 2025 untuk membayar biaya pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya layanan kesehatan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta layanan kesehatan rujukan di rumah sakit

Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp 50,2 triliun digelontorkan untuk membayar biaya pelayanan kesehatan 59,9 juta kasus penyakit kronis seperti jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalassemia, dan hemofilia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menuturkan bahwa dari tujuh penyakit tersebut, penyakit jantung menduduki peringkat pertama terbanyak dengan total 29,7 juta kasus dan biaya Rp 17,3 triliun. Sementara, gagal ginjal menempati peringkat kasus kedua terbanyak dengan total 12,6 juta kasus dan biaya Rp 13,3 triliun, disusul penyakit kanker berjumlah 7,2 juta kasus dan menelan biaya Rp 10,3 triliun.

Baca Juga :  Puluhan Bupati Jadi Dalang Korupsi, Bukti Ketamakan Akut Pejabat

“Dari tahun ke tahun, biaya yang dibayarkan untuk penyakit kronis makin meningkat. Padahal penyakit-penyakit tersebut sebenarnya bisa dicegah sejak dini jika kita konsisten menerapkan pola hidup sehat,” ujar Rizzky, Jumat (23/1), sebagaimana rilis yang diterima media ini.

Menurut Rizzky, penyakit-penyakit tersebut berkaitan dengan gaya hidup dan dapat ditekan risikonya melalui upaya pencegahan, seperti dengan rutin beraktivitas fisik. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan menginisiasi Gerak 335, yaitu rangkaian aktivitas fisik berupa jalan santai selama tiga menit, dilanjutkan jalan cepat selama tiga menit, dan diulang sebanyak lima kali hingga mencapai total 30 menit. Aktivitas ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja dan tidak memerlukan alat khusus.

Baca Juga :  Benarkah Bayi WNI Otomatis Jadi Peserta Aktif BPJS? Simak Penjelasannya!

“Upaya pencegahan juga bisa dilakukan dengan melakukan Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi Mobile JKN, chat Whatsapp PANDAWA di nomor 08118165165, lewat website resmi BPJS Kesehatan, atau datang langsung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Proses pengisiannya cuma 5-10 menit, namun besar manfaatnya. Melalui Skrining Riwayat Kesehatan, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya, apakah berisiko mengidap penyakit kronis atau tidak. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula penanganannya,” kata Rizzky.

Berita Terkait

Puluhan Bupati Jadi Dalang Korupsi, Bukti Ketamakan Akut Pejabat
Mahfud MD Nilai Pernyataan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo Bukan Makar
Prabowo Ungkit Kelompok Tidak Mau Diajak Kerja Sama, PDIP Buka Suara
Benarkah Bayi WNI Otomatis Jadi Peserta Aktif BPJS? Simak Penjelasannya!
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia
Istana Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi pada 1 April 2026
PDI Perjuangan Soroti Wacana Potong Gaji Pejabat, Minta Pemerintah Benahi Anggaran K/L
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Bagaimana Peluang Indonesia?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 10:44 WITA

Warga Kelurahan Kabor di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia di Ruang Tamu, Jenazah Dikerubungi Lalat

Kamis, 16 April 2026 - 10:21 WITA

Penyidik Polres Sikka Bakal Periksa Novi di Mapolda Jabar

Rabu, 15 April 2026 - 12:12 WITA

Perlawanan Kader Nasdem Sikka, Tuntut Tempo Minta Maaf

Rabu, 15 April 2026 - 07:39 WITA

Tetapkan Tersangka TPPO Eltras Pub di Maumere, Penyidik Pastikan Kantongi 4 Alat Bukti

Senin, 13 April 2026 - 21:57 WITA

Penetapan 2 Tersangka Dugaan TPPO Eltras Pub Disinyalir Berdasarkan Tekanan TRuK-F dan Jaringan HAM Sikka

Senin, 13 April 2026 - 20:39 WITA

Praperadilan Dugaan TPPO Eltras Pub di Maumere, Tidak Ada Perbuatan Melawan Hukum

Senin, 13 April 2026 - 13:55 WITA

Sempat Foto Prewedding, Rencana Juni Menikah, Guru SMPN Nuba Arat Ditemukan Gantung Diri

Minggu, 12 April 2026 - 17:55 WITA

Diterpa Angin Kencang, Pohon Rita Tumbang, Rumah Sipri Aswin di Paga-Sikka Rusak Berat

Berita Terbaru

Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Reinhard Dionisius Siga

Daerah

Penyidik Polres Sikka Bakal Periksa Novi di Mapolda Jabar

Kamis, 16 Apr 2026 - 10:21 WITA

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sayap dan Badan Partai NasDem Sikka Yosef Nong Soni membacakan pernyataan sikap dan tuntutan, Rabu (15/4)

Daerah

Perlawanan Kader Nasdem Sikka, Tuntut Tempo Minta Maaf

Rabu, 15 Apr 2026 - 12:12 WITA