


Maumere-SuaraSikka.com: Kasus siswa SD meninggal akibat bunuh diri di Kecamatan Jerebuu Kabupaten Ngada Propinsi NTT mendulang berbagai respon. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira (AHP) menyebut peristiwa tersebut menjadi alarm keras bagi negara.
Politisi PDI Perjuangan asal Kabupaten Sikka itu mengaku prihatin dengan peristiwa yang merenggut nyawa bocah belia berusia 10 tahun yang duduk di Kelas 4 SD. Bagi dia, peristiwa tersebut sangat memilukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peristiwa meninggalnya seorang bocah SD karena dugaan bunuh diri dengan menggantungkan diri sangat memilukan semua kita yang mempunyai hati. Ini alarm keras bagi negara, keluarga, dan masyarakat,” ujar AHP di Jakarta, Rabu (4/2).
Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut, negara tidak boleh berhenti pada ungkapan duka. Aparat kepolisian diminta segera mengungkap secara terang penyebab kematian korban agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Pihak kepolisian perlu menyelidiki penyebab dan menjelaskan penyebab kasus kematian ini,” ujar politisi yang juga akademisi itu.
AHP menekankan pentingnya kehadiran pemerintah daerah untuk mendampingi keluarga korban secara serius dan berkelanjutan. Dia berharap pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam saja.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












