



Maumere-SuaraSikka.com: Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi menyebut pelantikan Anggota DPRD Sikka Pengganti Antarwaktu (PAW), Jumat (13/2), menjadi momentum strategis bagi refleksi internal di tubuh lembaga legislatif itu.
Dia mengatakan Kabupaten Sikka masih memiliki banyak tantangan, baik dalam hal pembangunan ekonomi, pemenuhan kebutuhan akan pelayanan dasar, maupun kinerja pelayanan publik. Karena itu dia berharap Anggota DPRD Sikka dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, jujur, adil, konsisten dan berintegritas serta menjadi penyambung lidah rakyat yang memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk itu, momentum pelantikan hari ini, sekaligus mengantar kita untuk merefleksikan sudah sejauh mana kerja kita untuk menyelesaikan berbagai persoalan rakyat?” ungkap dia.
Politisi PDI Perjuangan Sikka itu mengatakan sudah sekian kali berbagai orde pemerintahan pun berganti, namun kenyataannya, rakyat Sikka masih terbelenggu dengan masalah kemiskinan. Padahal, aku dia, Sikka tidak kurang sumber daya alamnya. Rakyat Sikka pun dikenal sebagai masyarakat pekerja keras.
“Problem kemiskinan ini menjadi masalah serius dan mendorong rakyat kita harus berjuang keluar dari tanah kelahirannya untuk mencari rezeki di tanah rantau. Namun, di sisi lain mereka tidak punya pendidikan dan keterampilan yang cukup,” ujar dia.
Stef Sumandi lalu membeberkan data administratif. Menurut dia, data menunjukkan hingga tahun 2025 jumlah penduduk Kabupaten Sikka mencapai 348.521 jiwa. Namun, sebanyak 70,28 persen atau 244.926 jiwa belum atau tidak tamat SLTP. Sementara yang tamat SLTA/sederajat sebanyak 74.076 atau 21,85 persen. Artinya sebagian besar rakyat Kabupaten Sikka hingga tahun 2025 belum atau tidak tamat SLTP.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












