Warga Nele Beli Air Bersih, Satu Tangki Rp 160 Ribu

    0
    74
    Warga Nele Beli Air Bersih, Satu Tangki Rp 160 Ribu
    Mobil tangki sedang menyalurkan air bersih di rumah warga di Desa Nele Barat Kecamatan Nele, Senin (29/7)
    Maumere-SuaraSikka.com: Krisis air bersih tengah melanda warga 3 desa di Kecamatan Nele. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa membeli air dari perusahaan yang ada di Kota maumere. Satu tangki air bersih dengan volume 5000 liter, warga harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 160 ribu rupiah.
    Desa Nele Barat merupakan salah satu desa yang sedang dilanda krisis air bersih. Kepala Desa Nele Barat Paulus Alus mengatakan sudah tiga bulan terakhir ini dia terpaksa membeli air. Biasanya air disalurkan melalui mobil tangki.
    ”Beli air dari tangki. Satu tangki Rp 160 ribu. Ya, mahal, tapi mau bagaimana lagi. Terpaksa beli, dari pada kami tidak ada air bersih. Kan air bersih manfaatnya untuk banyak kebutuhan, tidak saja bagi manusia, tetapi juga  tanaman dan ternak,” ujar dia.
    Paulus Alus mengatakan kebutuhannya akan air bersih sangat tinggi. Untuk keluarganya sendiri, dia menghabiskan 5000 liter selama 5 hari. Artinya rata-rata sehari, keluarganya menghabiskan 1000 liter, termasuk untuk kebutuhan ternak. Kepala Desa Nele Barat ini memelihara beberapa ekor babi yang sudah besar-besar.
    Membeli air bersih 5 hari sekali, mungkin tidak masalah bagi Paulus Alus yang berkecukupan dari sisi ekonomi. Namun sebaliknya, kondisi ini menjadi masalah besar bagi sebagian besar warga masyarakat Nele Barat. Banyak di antara mereka yang terpaksa harus meminta-minta air bersih dari tetangga.
    Yohanes Kristotomus, warga RT/RW 012/006 Dusun Natarlorong misalnya, mengaku tidak sanggup harus terus-menerus membeli air bersih. Pernah dia sekali membeli air bersih sebanyak 5000 liter, terpakai selama 10 hari. Namun dengan pendapatan yang pas-pasan, dia mengaku harus memenuhi banyak kebutuhan lain yang juga penting, seperti urusan pendidikan.
    “Kalau tidak ada uang ya terpaksa kami minta air bersih dari tetangga. Sekedar untuk masak dan minum,” ujar laki-laki yang bekerja serabutan itu.
    Pantauan media ini, seorang sopir tangki dari sebuah perusahaan air di Kota Maumere, tampak sedang menyalurkan air bersih yang dipesan Paulus Alus. Air bersih itu disalurkan ke bak penampung yang berkapasitas 7000 liter. Dari bak penampung itu Paulus Alus dan keluarga memanfaatkan air besih selama 5 hari.
    Sepanjang jalan dari Maumere hingga Nele dan sebaliknya, terlihat beberapa tangki air masuk keluar dari desa ke desa hingga dusun ke dusun. Mereka menyalurkan air bersih yang dipesan warga masyarakat. Biasanya pesanan atas nama pribadi atau institusi seperti sekolah, puskesmas, dan kantor pemerintahan.*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini