BPBD Sikka Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Tanaduen

    0
    117
    BPBD Sikka Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Tanaduen
    Warga Dusun Blatat mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Sikka, Senin (12/8)
    Maumere-SuaraSikka.com: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka terus memantau perkembangan darurat kekeringan dan krisis air bersih di wilayah itu. Pada Senin (12/8), institusi ini menyalurkan 15.000 liter air bersih untuk warga masyarakat di Dusun Blatat Desa Tanaduen Kecamatan Kangae.
    Pantauan media ini, sebuah kendaraan tangki milik BPBD Sikka mengangkut air bersih dengan kapasitas 5.000 liter. Kendaraan itu tiga kali bolak-balik Maumere-Blatat sejauh kirang lebih 10 kilometer. Air bersih didistribusi pada 3 kran umum yang terletak di rumah-rumah masyarakat.
    Sejumlah warga masyarakat menyambut gembira kehadiran tangki air yang memuat air bersih. Mereka beramai-ramai membawa jeriken dan ember untuk mendapatkan air bersih yang langsung disalurkan dari mobil tangki air milik BPBD Sikka.
    Theresia Servina, warga Dusun Blatat, mengaku selama ini kesulitan air bersih. Selama ini mereka hanya mengandlkan air tadah hujan. Kalau memasuki musim kemarau, mereka terpaksa membeli air dari perusahaan swasta. Untuk satu tangki dengan kapasitas 5.000 liter, biasanya dibeli dengan kisaran harga dari Rp 120.000 hingga Rp 140.000.
    “Kami di sini susah air bersih, apalagi musim kemarau begini. Sebagian besar masyarakat dapat air bersih dengan cara membeli. Jadi hari ini senang sekali bisa dapat air bersih gratis dari pemerintah,” ujar perempuan itu.
    Kepala Desa Tanaduen Maria Simporosa Winansi yang ditemui di Dusun Blatat tampak kaget ketika mengetahui BPBD Sikka menyalurkan air bersih untuk warga di dusun itu. Dia mengatakan sesungguhnya warga membutuhkan air bersih, namun dia sendiri belum mengajukan permohonan bantuan air bersih.
    “Saya baru mau ajukan surat ke kecamatan untuk permohonan bantuan air bersih. Ternyata hari ini sudah ada bantuan, jadi kami terima saja,” ujar Maria Simporosa Winansi.
    Desa Tanaduen terdiri dari tiga dusun yakni Blatat, Habigete, dan Bolawolon. Dari tiga dusun ini yang paling kesulitan air bersih adalah warga masyarakat di Dusun Blatat dan Habigete, serta sebagian di Bolawolon. Maria Simporosa Winansi mengatakan selama ini warga masyarakat membeli air bersih dengan menggunakan uang hasil penjualan asam.
    Amandus Ratason, warga Dusun Bolawolon berharap setelah distribusi air bersih ke kran-kran umum, ada pengaturan yang tertib sehingga warga masyarakat bisa mendapatkan air bersih secara adil dan merata.*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini