Mendasari semangat Sumpah Pemuda, RAS memulai mimpi para generasi muda untuk menjadikan Sikka yang lebih baik.
Bertempat di Kopi Mane Cafe dan Resto, RAS melakukan kegiatan Bedah Film Tjokroaminoto serta diskusi berkualitas dengan mengangkat tema Quo Vadis Orang Muda Sikka.
Bedah Film dan Diskusi berlangsung kurang lebih 3 jam. Sejumlah anak muda potensial hadir pada momen penting ini, seperti perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu-ilmu Sosial Unipa Maumere, BEM IFTK Ledelero, Komunitas Koalisi Kopi, Komunitas Humanis, Komunitas Youth Voice Now, Komunitas Fajar Sikka, Orang Muda Katolik Paroki Renha Rosari Kewapante, dan beberapa masyarakat ikut berpartisipasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua kegiatan awal ini menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya, seperti Dosen Fakuktas Hukum Unipa Yosefina Daku, Dosen Kewirausahaan Fakultas Ekonomi Unipa Dimas Realino, Ketua RAS Rito Naga
Ketua RAS yang juga adalah mahasiswa Fakultas Hukum Unipa Maumere, dan Ketua BEM IFTK Maxsimus Gepa.
Yosefina Daku berbicara mengenai keterlibatan perempuan dalam kegiatan politik. Dia menggugah para perempuan di Kabupaten Sikka yang kini sedang berkompetisi dalam Pemilu 2024.
Bagi dia, perempuan calon legislatif tidak sekedar memenuhi kuota 30 persen untuk meloloskan persyaratan keikutsertaan partai politik.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











