Kementerian
Kesehatan tentu menginginkan belanja kesehatan yang dilakukan tentu efektif dan efisien untuk meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.
Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan saat ini salah satu belanja kesehatan terbesar dilakukan BPJS Kesehatan melalui Program JKN.
Pada tahun 2022 jumlah biaya manfaat mencapai Rp 113,47 trililun dan diprediksi meningkat
hingga Rp 150-an triliun. Dari dana tersebut tentu ada potensi penyalahgunaan. Namun saat ini Program JKN
sudah memiliki sistem pencegahan dan penanganannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Sudah ada kerangkanya, digitalisasi sudah terbangun, kini tinggal bagaimana kita bisa
mengintergrasikan informasi dan data yang ada. Saya sudah sempat mengunjungi dan melihat langsung
Command Center BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu. Kita juga perlu menjaga agar integritas para pihak di bidang kesehatan ini karena informasi kesehatan yang ada sebagian besar asimetris misalnya ada perbedaan pelayanan kesehatan di faskes satu dengan faskes yang lain,” kata Budi Gunadi Sadikin.
Dia menambahkan jika dalam industri keuangan informasinya cenderung simetris dan bisa dinilai bersama, sehingga perbankan bisa dengan mudah memiliki informasi dan data apabila ada kecurangan. Berbeda dengan industri kesehatan yang cenderung asimetris.
Budi Gunadi Sadikin menekankan para pihak yang bergerak di bidang kesehatan harus senantiasa menjaga integritas.


Ikuti Kami
Subscribe












