Penasaran Indahnya Lava Pijar, 2 Warga Swedia Nekad Kemah di Lereng Gunung Lewotobi

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 18 Januari 2024 - 09:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 768 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan pergok 2 warga Swedia yang berkemah di lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki, Rabu (17/1) malam (foto: istimewa)

Tim SAR Gabungan pergok 2 warga Swedia yang berkemah di lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki, Rabu (17/1) malam (foto: istimewa)

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Tim Basarnas Maumere, PMI Sikka dan BPBD Flotim saat itu sedang melakukan patroli malam hari. Mereka merespon cepat ketika melihat ada tenda di sekitar lereng gunung.

Komandan Tim Basarnas Maumere Riswan Dwi Putra langsung mengarahkan Hening dan Alex untuk segera meninggalkan lokasi tersebut.

“Lokasi kemah 2 WNA Swedia ini sangat berbahaya sekali, sekitar 500 meter saja dari ujung aliran lava panas yang saat itu sedang mengarah ke Desa Nurabelen,” terang Riswan Dwi Putra.

Setelah mendapat arahan dari Tim SAR Gabungan, 2 pemuda WNA Swedia itu pun kemudian pergi dengan kecewa.

“Kalau tidak diperbolehkan, ya tidak apa-apa, kami akan pergi,” ujar Haning kecewa.

Baca Juga :  Hari Ini Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Maumere, Bersama Sejumlah Mahasiswa UI

Riswan Dwi Putra berharap perlu ada peningkatan keamanan. Dia mengusulkan segera dibuka pos keamanan pada jalur keluar masuk lintas selatan dari Desa Nobo Kecamatan Ile Bura menuju pertigaan Pasar Boru dan sebaliknya. Dengan demikian, hemat dia, bisa memantau keluar masuk kendaraan dan manusia pada jalur tersebut.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru