Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Tim Basarnas Maumere, PMI Sikka dan BPBD Flotim saat itu sedang melakukan patroli malam hari. Mereka merespon cepat ketika melihat ada tenda di sekitar lereng gunung.
Komandan Tim Basarnas Maumere Riswan Dwi Putra langsung mengarahkan Hening dan Alex untuk segera meninggalkan lokasi tersebut.
“Lokasi kemah 2 WNA Swedia ini sangat berbahaya sekali, sekitar 500 meter saja dari ujung aliran lava panas yang saat itu sedang mengarah ke Desa Nurabelen,” terang Riswan Dwi Putra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah mendapat arahan dari Tim SAR Gabungan, 2 pemuda WNA Swedia itu pun kemudian pergi dengan kecewa.
“Kalau tidak diperbolehkan, ya tidak apa-apa, kami akan pergi,” ujar Haning kecewa.
Riswan Dwi Putra berharap perlu ada peningkatan keamanan. Dia mengusulkan segera dibuka pos keamanan pada jalur keluar masuk lintas selatan dari Desa Nobo Kecamatan Ile Bura menuju pertigaan Pasar Boru dan sebaliknya. Dengan demikian, hemat dia, bisa memantau keluar masuk kendaraan dan manusia pada jalur tersebut.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












