2 Periode Tanpa Wakil, Koting Akhiri Puasa Politik

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 6 Maret 2024 - 22:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,156 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penghitungan suara ulang saat rekapitulasi tingkat kecamatan di Kabupaten Sikka

Penghitungan suara ulang saat rekapitulasi tingkat kecamatan di Kabupaten Sikka

Maumere-SuaraSikka.com: Pemilu 2024 seakan menjadi momentum kebangkitan politik bagi masyarakat Kecamatan Koting di Kabupaten Sikka.

Bagaimana tidak! Sudah 10 tahun terakhir Koting absen mengirimkan wakil rakyat ke DPRD Sikka. Padahal cukup banyak orang asli Koting dan tinggal di Koting yang mencalonkan diri pada dua kali kontestasi, Pemilu 2014 dan Pemilu 2019.

Hanya saja mereka belum beruntung. Persoalannya bukan karena tidak dipilih, tapi mungkin jadi karena perolehan suara tidak maksimal, atau juga karena banyak faktor lain. Perilaku politik menjadi faktor kuat yang mendominasi gagalnya calon legislatif asal Koting menuju DPRD Sikka.

Dua periode tersebut, masyarakat Koting seakan hanya menjadi lumbung suara bagi calon legislatif dari kecamatan lain.

Baca Juga :  Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT

Berhimpun dalam Dapil Sikka 2 bersama Kecamatan Lela, Nele, Kangae, Kewapante dan Hewokloang, kali ini masyarakat Koting bikin cerita baru. Mereka berhasil mengantar 1 wakil rakyat untuk Periode 2024-2029.

Semangat Koting melahirkan wakil rakyat dari rahim sendiri, sudah berkumandang dan menggebu-gebu sejak proses Pemilu 2024.

Berita Terkait

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo
Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu
Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong
Gempa Tektonik 4,9 SR Guncang Sikka, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan
Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies
Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah
Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:25 WITA

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:28 WITA

Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:30 WITA

Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:48 WITA

Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:48 WITA

Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:47 WITA

Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:32 WITA

Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:21 WITA

Sedih! Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar, Fisik Hanya 59 Persen

Berita Terbaru