Tobat Ekologis

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 13 Maret 2024 - 20:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 798 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dominggus Koro

Dominggus Koro

Ah, saya ingat Papua. Selain umbi-umbian, sagu adalah kekasih tanah di sana — adalah suatu kekeliruan serius “mengajak” orang Papua makan nasi, dan membuka lahan persawahan padi di pulau itu.

Alam semesta sungguh intelgen, cerdas dan cermat. Ia menyediakan segala sesuatu sesuai keadaan tanah tempat kita tinggal. Aneka umbi-umbian, biji-bijian seperti jagung, jawawut, ozo (Bahasa Ende) dan sebagainya, tersedia bagi kita yang tinggal di daerah yang cocok untuk mereka tumbuh dan hidup. Maka, kita, misalnya, tak perlu menanam apel atau bahkan kurma di Flores.

Perlu saya sampaikan di sini, sudah sejak lama Anand Krishna menganjurkan makan umbi-umbian dan kacang-kacangan selama apa yang disebut puasa Navaratri. Sepanjang sembilan hari puasa, orang tidak makan nasi. Pun, seingat saya, beliau menasehati kita untuk tidak perlu makan nasi tiga kali sehari — kebiasaan ini bermula di Majapahit, oleh imigran dari wilayah Asia lainnya yang mulai membudidayakan padi secara besar-besaran.

Pada Rabu pagi itu I got goosebumps. Saya merinding mendengar Pak Anand menyebut produk-produk tenun dengan bahan dan pewarna alamiah. Betapa tidak, praksis ini amat hidup pada beberapa komunitas adat di wilayah Kabupaten Sikka. Mereka membudayakan kerajinan tenun dengan pewarna alamiah. Dari sisi pariwisata, kebudayaan yang dirawat komunitas seperti Doka Tawa Tana, Bliran Sina dan Lepo Lorun menghidupkan dan memberdayakan diri mereka, sebagaimana Bank Dunia mendefinisikan culture is a medium for poverty alleviation.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Sejak terbitnya ensiklik Laudato Si, tobat ekologis menjadi tema sentral katekese tiap tahun di Keuskupan Maumere (KUM). Tahun lalu, kalau tidak salah ingat, tema katekese puasa adalah tentang menghormati dan mencintai Bumi. Dan, katekese puasa tahun 2024 bertema ekonomi ekologis.

Tobat ekologis, ajakan dan seruan moral spiritual memang mendesak dan terus-menerus dikampanyekan. Spiritualitas dan sikap kerja Gereja Keuskupan Maumere harus merasuki hati dan jiwa umat dan segenap pelayan pastoral. Apa gunanya kita rajin dan tekun dalam ibadah pribadi, sementara Bumi terus merintih dan gelisah karena pemanasan global yang terus memanggang dan meningkat dari tahun ke tahun.

Berita Terkait

Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA