Sejumlah fakta yang muncul di tubuh Partai Nasdem menggambarkan secara nyata dan jelas dinamika keterbelahan yang terjadi pada Partai Nasdem.
Pertama, 4 kandidat Partai Nasdem harus saling beradu untuk mendapatkan tiket dari DPP Partai Nasdem di Jakarta. Perang untuk mendapatkan tiket, bukan hal yang gampang.
Barang ini bakal bertambah seru lagi, karena pertempuran menjurus kepada tiket Bupati atau tiket Wakil Bupati. “Bakulai” antara mereka akan beririsan dengan bentrok Rafael Raga dan Heni Doing, serta bentrok Voni Francis dan Boy Satrio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertempuran yang membutuhkan kerja keras, habiskan banyak waktu, dan tidak sedikit biaya operasional dan biaya komunikasi. Debatabel, saling sikut, baku sikat, ngejeng jujang, hampir pasti menjadi warna tersendiri yang dikemas rapi dalam dinamika demokrasi.
Kedua, sosok Rafael Raga boleh dibilang masuk dalam indikasi terbelahnya Partai Nasdem. Loh kenapa? Rafael Raga adalah Ketua Bappilu Partai Nasdem sekaligus Ketua Tim Sembilan yang melakukan penjaringan internal dan eksternal bakal calon di Partai Nasdem. Tetapi faktanya, mantan Ketua Partai Golkar Sikka itu ikut dalam kontestasi Pilkada Sikka.
Sebagai kader Partai Nasdem, Rafael Raga tentu saja memiliki hak politik yang sama seperti kader lain untuk terjun dalam Pilkada Sikka. Namun hak politik itu tidak ideal jika ditilik dari sisi yang lain.


Ikuti Kami
Subscribe












