“Sudah 3 tahun, mestinya pemerintah lebih cepat ambil sikap,” ujar dia.
Setelah mendapat banyak masukan, saran, dan kritik, Penjabat Bupati Sikka pun membongkar persoalan sesungguhnya.
“Bangkrut, rugi, tidak profesional, seperti itulah. Tapi akarnya adalah Direksi yang tidak profesional. Kenapa tidak profesional, itu yang sedang kami analisa,” jawab Penjabat Bupati Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penjabat Bupati Sikka sempat memaparkan aspek keuangan Perumda Mawarani dari sisi laba bersih dan setoran ke kas daerah dari tahun 2012 hingga tahun 2023.
Setiap tahun Pemkab Sikka memberikan penyertaan modal 2.649.870.500. pada tahun 2012 hingga 2014 mengalami kerugian, dan tidak pernah ada setoran ke kas daerah.
Perumda Mawarani baru mengalami laba bersih pada tahun 2015 sebesar Rp 646.148.783, namun tidak ada satu sen pun yang disetor ke kas daerah.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












