


Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka belakangan ini seperti zaman doeloe, sebelum kemerdekaan. Bagaimana tidak! Transportasi udara, laut, dan juga darat semakin sulit.
Bandara Frans Seda ditutup sudah hampir 2 bulan karena ada pekerjaan renovasi. Sebelumnya bandar udara itu buka tutup tidak jelas jadwal akibat erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flotim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Kabupaten Sikka yang hendak menggunakan jasa transportasi udara, terpaksa harus melalui Bandara Gewayantana di Larantuka, Bandara Hasan Aroeboesman di Ende, atau Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo. Begitu juga orang yang ingin ke Kabupaten Sikka, harus melalui 3 bandara tersebut.
Kini Pelabuhan Laut Laurens Say, khususnya dermaga kapal roro, juga ditutup. Akibatnya KM Darma Rucitra VII juga “angkat kaki” sementara waktu.
Kondisi ini membuat distribusi barang dari Maumere ke Surabaya atau sebaliknya menjadi tidak lancar. Hasil-hasil bumi dari Kabupaten Sikka tidak bisa didagangkan, begitu juga barang-barang ekonomi yang menjadi kebutuhan warga NTT semakin sulit ditemukan.
Terhadap masalah ini, DPRD Sikka pun angkat bicara. Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yosef Nong Soni mengawali persoalan ini saat rapat internal DPRD Sikka, Selasa (15/10).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












