“Dalam konteks ini, harus terdapat manajemen pelayanan publik atau Standar Operasional Prosedur,” jelas Ansy Lema.
Hal yang paling penting, ujar dia, NTT harus mempunyai pemimpin yang berorientasi pada pelayanan. Dengan begitu, akan ada sistem pelayanan publik yang mengikuti spirit pelayanan.
“Pemimpin dipilih oleh rakyat untuk menjadi pelayan. Pemimpin sejatinya adalah pelayan yang melayani kebutuhan masyarakat, sehingga birokrasi sebagai alat kerja juga harus bisa melayani publik,” ujar Ansy Lema.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait hal ini, Ansy Lema menegaskan bahwa Ansy-Jane telah memiliki program NTT Bersih-Melayani sebagai program pertama dalam Lima NTT Manyala.
Ansy Lema menuturkan bahwa sedari awal dirinya menyadari persoalan birokrasi dan tata kelola pemerintahan adalah fondasi atau dasar bagi dirinya dalam bekerja. Karena itu, birokrasi harus bersih dan bebas dari konflik kepentingan.
“Kalau pelayanan publik di NTT mau maju, maka birokrasi di dalamnya harus bersih. Kalau birokrasi mau bersih, maka pemimpinnya harus bersih. Saya adalah pemimpin yang bersih dan tidak memikul beban konflik kepentingan,” ujar Ansy Lema mantap.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












