“Paling penting adalah bagaimana mengurus makanan bergizi bagi anak. Ini saya lihat Mama-Mama badan gemuk gemoy semua, tapi anak stunting,” celoteh Camat Alok disambut tertawa ibu-ibu balita stunting.
Dia lalu melanjutkan celoteh itu dengan motivasi dan imbauan yang “menampar” wajah ibu-ibu balita stunting.
“Sebagai orang tua, kita harus malu,” ujar dia lagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Paket bantuan dan sembako bagi 186 balita stunting pada 4 kelurahan di Kecamatan Alok merupakan kolaborasi sinergitas antara Kadin Sikka, Unipa Maumere, dan KTM. Ketua Kadin Sikka Harry Jepira, Rektor Unipa Maumere Geri Gobang dan Ketua KTM Lie Arifin Lifindra turun langsung menyerahkan bantuan.
Kolaborasi 3 lembaga ini diberi tajuk yang menggugah yakni “Langkah Kecil, Dampak Besar: Bersama Melawan Stunting”. Seruan ini seolah mengajak perhatian dan kepedulian banyak orang agar ikut ambil bagian dalam mencegah stunting, tidak saja di Kecamatan Alok, tapi secara umum di Kabupaten Sikka.
Kasus stunting di Kabupaten Sikka cenderung menurun, meski demikian jumlahnya masih sangt tinggi. Tahun 2023, tercatat balita stunting berjumlah 3.327 anak atau setara 15,3 persen. Jumlah berkurang menjadi 2.677 atau setara 12,1 persen pada tahun ini.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












