Dia juga kecewa dengan kinerja ASN pada Dinas Pertanian Sikka. Pasalnya, saat penyaluran bantuan 3 ekor sapi tersebut, tidak berkoordinasi dengan dirinya selaku pemilik Program Pokir.
Menurut dia, kalau saja terjadi koordinasi dan komunikasi, tentu dia akan sarankan agar bantuan tersebut langsung diserahkan kepada kelompok penerima manfaat, bukan melalui Kepala Desa.
“Waktu penyaluran saya tidak diberitahu. Kaget dengar, sudah disalurkan melalui Kepala Desa. Lebih kaget lagi ternyata sapi sudah dijual,” ujar dia kesal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fraksi Partai Perindo meminta Kepala Dinas Pertanian Sikka agar serius menyikapi hal ini. Dengan demikian bantuan ternak kepada kelompok masyarakat benar-benar tepat sasaran demi memenuhi permintaan dan kebutuhan masyarakat dalam upaya meningkatkan pendapatan.
Informasi yang dihimpun media ini, usai selesai masa jabatan, Kades Koting A kemudian memilih merantau ke Kalimantan hingga kini.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












