“Ini sudah menyangkut tataran pengambilan keputusan,” ujar dia.
Tantangan
Dalam berbagai upaya yang telah dilakukan, Petrus Herlemus menyebut masih banyak sekali tantangan yang dihadapi. Dia menyebut setidaknya terdapat 11 tantangan.
Pertama, ODGJ tidak memiliki PMO (pengawas minum obat). Kedua, stigma dari keluarga dan masyarakat. Ketiga, belum ada Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk perawatan dan pusat rehabilitasi pasien dengan gangguan jiwa seperti RS Jiwa atau Panti Rehabilitasi.
Keempat, intervensi anggaran APBD sangat terbatas. Kelima, belum ada wadah integrasi antar pemerintah dan pihak swasta serta lembaga terkait untuk bersama sama melaksanakan upaya pencegahan dan pengendalian kesehatan jiwa masyarakat.
Keenam, belum ada dukungan pemerintah desa untuk menyiapkan rumah amam bagi ODGJ dari keluarga tidak mampu. Ketujuh, ODGJ tidak mendapat dukungan dari keluarga untuk proses pemulihan.
Kedelapan, ketersediaan bahan makanan yang sangat terbatas dan memprihatinkan bagi ODGJ di tingkat keluarga. Kesembilan, ODGJ ditelantarkan keluarga.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












