Pemimpin Pelayan dan Anestesi: Sebuah Epilog

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 16 April 2025 - 09:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 618 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Didinong GF Say

Didinong GF Say

Alih-alih berpikir dan bekerja keras untuk bonum communae, di belakang segala layar formalitas dan pencitraan, penguasa kini lebih sibuk dengan pengembalian biaya politik, menyenangkan diri atau kroni dan tim sukses.

Raja Kecil
Kebijakan desentralisasi sesuai konstitusi dimaksudkan sebagai upaya demokratisasi untuk mempercepat cita-cita kemerdekaan di tingkat daerah.

Namun desentralisasi yang demokrasi kerap kebablasan, meghasilkan semacam feodalisme setengah matang. Memunculkan raja-raja kecil di daerah dengan gaya one man show, sesuka hati, semau gue, mentang mentang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ciri khas raja kecil antara lain suka mengklaim network vertikal sebagai beking kekuasaannya. Seolah-olah semua problem di daerah itu gampang diselesaikan, bisa diatur dan distel top down.

Padahal mengandalkan network vertikal itu saja tanpa disertai network horizontal yang kuat di alam demokrasi serba terbuka, online dan viral ini, tentu mudah memantik halusinasi kekuasaan pada penguasa berkarakter raja kecil sekaligus rentan terhadap kritik publik.

Sesungguhnya desentralisasi dan  demokrasi itu sendiri memberi ruang sangat luas bagi penciptaan network horizontal demi untuk kemandirian dan  posisi daya tawar daerah.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA