Pemimpin Pelayan dan Anestesi: Sebuah Epilog

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 16 April 2025 - 09:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 610 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Didinong GF Say

Didinong GF Say

Alih-alih berpikir dan bekerja keras untuk bonum communae, di belakang segala layar formalitas dan pencitraan, penguasa kini lebih sibuk dengan pengembalian biaya politik, menyenangkan diri atau kroni dan tim sukses.

Raja Kecil
Kebijakan desentralisasi sesuai konstitusi dimaksudkan sebagai upaya demokratisasi untuk mempercepat cita-cita kemerdekaan di tingkat daerah.

Namun desentralisasi yang demokrasi kerap kebablasan, meghasilkan semacam feodalisme setengah matang. Memunculkan raja-raja kecil di daerah dengan gaya one man show, sesuka hati, semau gue, mentang mentang.

Ciri khas raja kecil antara lain suka mengklaim network vertikal sebagai beking kekuasaannya. Seolah-olah semua problem di daerah itu gampang diselesaikan, bisa diatur dan distel top down.

Padahal mengandalkan network vertikal itu saja tanpa disertai network horizontal yang kuat di alam demokrasi serba terbuka, online dan viral ini, tentu mudah memantik halusinasi kekuasaan pada penguasa berkarakter raja kecil sekaligus rentan terhadap kritik publik.

Baca Juga :  Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sesungguhnya desentralisasi dan  demokrasi itu sendiri memberi ruang sangat luas bagi penciptaan network horizontal demi untuk kemandirian dan  posisi daya tawar daerah.

Berita Terkait

Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA