Alih-alih berpikir dan bekerja keras untuk bonum communae, di belakang segala layar formalitas dan pencitraan, penguasa kini lebih sibuk dengan pengembalian biaya politik, menyenangkan diri atau kroni dan tim sukses.
Raja Kecil
Kebijakan desentralisasi sesuai konstitusi dimaksudkan sebagai upaya demokratisasi untuk mempercepat cita-cita kemerdekaan di tingkat daerah.
Namun desentralisasi yang demokrasi kerap kebablasan, meghasilkan semacam feodalisme setengah matang. Memunculkan raja-raja kecil di daerah dengan gaya one man show, sesuka hati, semau gue, mentang mentang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ciri khas raja kecil antara lain suka mengklaim network vertikal sebagai beking kekuasaannya. Seolah-olah semua problem di daerah itu gampang diselesaikan, bisa diatur dan distel top down.
Padahal mengandalkan network vertikal itu saja tanpa disertai network horizontal yang kuat di alam demokrasi serba terbuka, online dan viral ini, tentu mudah memantik halusinasi kekuasaan pada penguasa berkarakter raja kecil sekaligus rentan terhadap kritik publik.
Sesungguhnya desentralisasi dan demokrasi itu sendiri memberi ruang sangat luas bagi penciptaan network horizontal demi untuk kemandirian dan posisi daya tawar daerah.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












