Banyak pemimpin daerah di Indonesia di masa lalu maupun dewasa ini yang disanjung dan disegani karena memiliki manajemen kekuasaan yang berimbang, baik ke atas sekaligus ke samping. Mereka itu komunikator yang andal.
Ketika berkuasa, mereka ibarat maestro yang cakap men-direct sebuah orkestrasi, kumpulan para artis seniman musik sehingga bisa men-deliver sebuah komposisi indah dengan mulus dan kompak bagi audiens. Beberapa pemimpin di Sikka di masa lalu pernah disegani dan menjadi panutan karena piawai sebagai dirigen kekuasaan.
Bego Ata Mate
Reaksi spontan kaget mendapat berita kematian seseorang dalam kultur masyarakat Sikka sering disebut dengan ungkapan bego ata mate. Substansi kearifan lokal ini pertama-tama terletak pada nilai reflektif sekaligus rekonsiliatif. Menyadarkan sekaligus mendamaikan. Hapus semua pertikaian termasuk utang piutang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus kematian pasien ibu dan anak di RSUD TC Hillers Maumere terkait ketiadaan dokter anestesi belum lama ini sempat memicu polemik hangat di kalangan warga Maumere dan viral. Syukur bahwa masalah spesialis anestesi ini cepat terselesaikan karena intervensi Melki Laka Lena Gubernur NTT yang pernah sangat berpengalaman dalam berbagai persoalan pelayanan negara di bidang medis, termasuk penanganan pandemi Covid 19 beberapa tahun lalu.
Mudah-mudahan, sebagaimana ungkapan bego ata mate, dengan penyelesaian kasus tersebut di atas terbit kesadaran baru dan suasana kondusif. Secara umum dalam berbagai masalah dan bidang kehidupan publik, khususnya dalam pengelolaan kekuasaan di daerah.
Para penguasa, penentu kebijakan pengambil keputusan tidak perlu ragu segera kembali ke fitrah sebagai pelayan publik yang siap bekerja sekuatnya, tulus mengabdi masyarakat, rendah hati, penuh kasih sayang.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












