“Saya kira kita haris rekomendasikan untuk tutup lokasi tambang itu,” usul Yohanis Vinsensius Roma.
Sebelumnya Lurah Nangalimang Aloysius Parera menyebut bekas galian di DAS Nangalimang sudah seperti kubangan air. Kondisi tersebut, kata dia, sangat berbahaya sekali.
“Sudah seperti danau, kalau suatu saat debit air besar, luapannya bisa ke Hoba sampai Kampung Kabor,” keluh Lurah Nangalimang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lurah Nangalimang menyitir terjadi pembiaran aktifitas pada lokasi tersebut. Dia beralasan setelah terbitnya surat Penjabat Bupati Sikka yang meminta penutupan lokasi tambang ilegal, ternyata masih saja ada aktifitas di DAS Nangalimang.
“Setiap hari masih ada alat berat di situ. Saya duga ada pembiaran,” ungkap dia.
Hanya saja dia tidak menyebut secara jelas siapa atau instansi mana yang dimaksudkannya. Beberapa anggota DPRD Sikka meminta Lurah Nangalimang mengungkapkan secara gamblang identitas orang atau instansi yang membiarkan aktifitas di lokasi itu tetap berjalan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












