Hanya delapan menit berselang, giliran Doué yang mencatatkan namanya di papan skor lewat tembakan voli yang mengenai Federico Dimarco dan membuat bola melenceng ke arah yang tidak bisa dijangkau Yann Sommer. PSG unggul 2-0 hanya dalam waktu 20 menit.
Inter bukan tanpa perlawanan. Meski tidak lepas saat menyerang, Inter memanfaatkan bola mati dengan cukup bagus. Francesco Acerbi dan Marcus Thuram sempat mendapat peluang mencetak gol dari sepak sudut.
Namun, PSG cukup tangguh dan menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Simone Inzaghi sadar bahwa pertahanan Inter tidak bekerja optimal. Pada menit ke-54, Nicola Zalewski dan Yann Bisseck dimainkan. Perubahan ini diharapkan mampu memberi dampak positif, akan tetapi gagal total.
PSG belum mengendurkan serangan. Pada menit ke-63, Doué kembali mencetak gol keduanya usai menerima umpan dari Vitinha. Dengan tenang, pemain muda asal Prancis itu menempatkan bola ke pojok kanan bawah gawang, memperlebar keunggulan menjadi 3-0.
PSG makin tidak terbendung, sebaliknya Inter makin frustrasi. Situasi makin pelik saat Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol pada menit ke-73. Situasi yang mungkin tidak dibayangkan banyak orang akan terjadi di final.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












