“Menjadi pemimpin itu membawa harapan, bawa hope, bawa lilin, memang agak susah kalau lilin itu tidak bisa kita bawa, itu bahasa kelakar yang pernah saya baca di salah satu tulisan di media,” ujar Bupati Sikka.
Bupati Sikka merespon kritikan atas janji-janji politik yang disampaikan pada saat kampanye. Dia bicara lugas dan diplomatis, tanpa berupaya mengkonfrotasi perbedaan cara pandang dengan fraksi-fraksi.
“Kami diberi kesempatan, bukan untuk gagah-gagahan, bukan juga untuk membual dan memberikan janji-janji manis, seyogyanya karena mungkin saja kami punya komitmen untuk bekerja selama 5 tahun ke depan, sehingga kemudian mandat itu diberikan kepada kami,” ungkap dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka juga sempat mengklarifikasi informasi terkait janji politik yang kesannya tidak persis sama saat disampaikan sewaktu kampanye. Dia menyebut semua yang cakap literasi mestinya memahami mana yang disebut hoax dan mana yang bukan hoax.
“Saya malah menemukan banyak pikiran yang tidak sesuai pikiran kami, janji kampanye kami pada saat pemilu kemarin. Nah ini yang perlu kami luruskan sehingga tidak melahirkan bias persepsi di masyarakat. Dengan kecepatan arus informasi ini kadang kita tidak bisa menjangkau lebih, dan informasi-informasi sesat itu bisa saja menghipnotis masyarakat, mempengaruhi kita-kita yang ada di pemerintahan ini,” ujar dia.
Dia mengaku kadang-kadang bingung dengan informasi yang beredar terkait janji politik, visi misi dan program kerja mereka.


Ikuti Kami
Subscribe












