“Kelihatan di sini kosong, maka hanya asal janji, tidak paham kewajiban daerah, sesungguhnya kewajiban kita adalah pendidikan dasar,” kritik dia.
Fransiskus Stephanus Say juga menyentil program 100 hari kerja Bupati Sikka. Dia menilai cukup membanggakan karena Bupati Sikka bekerja baik dalam rentang waktu itu.
Hanya saja, lanjut dia, sifatnya masih insidentil. Dia memberi contoh Bupati Sikka menyelesaikan masalah di RSUD TC Hillers Maumere. Menurut dia, upaya yang dilakukan Bupati Sikka tidak keluar dari sebuah pemikiran yang besar, tidak terencana, dan tidak sejalan dengan visi misi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semuanya model manajemen, istilah saya, gatal dan garuk, gatal di situ garuk di situ, tidak by design,” ketus Fransiskus Stephanus Say.
Mengakhiri tanggapannya, Fransiskus Stephanus Say mempertanyakan ke titik mana Kabupaten Sikka ini akan dibawa Bupati dan Wabup Sikka. Dia juga meminta Bupati dan Wabup Sikka memberikan kepastian agar inden yang dipesan sesuai yang diharapkan masyarakat.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Darius Evensius menyebut Rancangan Awal RPJMD tidak mengakomodir semua janji politik pada masa kampanye. Dia tidak menyebutkan secara jelas janji politik apa saja yang tidak tertuang dalam RPJMD.


Ikuti Kami
Subscribe












