“Yang lebih tahu tentang visi misi program, kami sendiri kah? Atau orang lain kah? Yah, bisa saja kita bilang tadi perlu banyak kesuaian informasi yang baik, sehingga tugas-tugas kita semua baik di pemerintah dan DPRD tidak memberikan informasi yang sesat kepada masyarakat, toh pada prinsipnya kerja ke depan butuh kolaborasi, bukan hanya pemerintah saja tapi kolaborasi dengan DPRD, jadi kedewasaan kematangan berpolitik dari Bapak Ibu semua itu tentu menjadi tanggung jawab kita semua, menjadi hal yang sangat diharapkan oleh masyarakat untuk mendapatkan kepastian informasi sehingga tidak bias informasi di bawah,” seru dia.
Setelah tanggapan balik Bupati Sikka, tampak Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi akan melanjutkan dengan agenda pembacaan nama-nama anggota DPRD yang diusulkan fraksi-fraksi untuk masuk dalam komposisi Pansus RPJMD.

Namun Ketua Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say meminta bicara. Dengan tidak bermaksud berdebat, Fransiskus Stephanus Say beralasan perlu menanggapi tanggapan Bupati Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada beberapa hal yang cukup mengganggu. Kira-kira siapa yang mau diajar untuk dewasa berpolitik? Tolong jelaskan,” tantang Fransiskus Stephanus Say.
Dia juga meminta agar semua pertanyaan yang dia sampaikan dijelaskan satu per satu, bukan dijawab secara umum saja. Bagi dia, terdapat nilai-nilai dari pertanyaan dan pernyataan yang dia sampaikan. Nilai yang paling hakiki adalah konsep Bupati Sikka membawa daerah ini selama 5 tahun.
“Yang namanya visi misi ditransfer masuk ke RPJMD, jadi jangan bawa datang ember kosong lalu suruh kami isi airnya. Lalu kemudian melempar kembali bahwa air itu mereka yang isi bukan kami. Itu yang saya ingin dapatkan poinnya. Tapi hari ini cukup mengecewakan, ternyata kosong. Jadi ini saja yang saya tegaskan jangan beri kami ember kosong lalu kami dipaksakan harus isi air,” tegas Fransiskus Stephanus Say.


Ikuti Kami
Subscribe












