Dia pun mengimbau semua pihak yang terlibat dalam pembangunan mulai dari kontraktor, pengawas, konsultan, hingga jajaran pemerintah kecamatan dan desa untuk bekerja dengan komitmen dan integritas tinggi.
“Saya minta seluruh proses pembangunan ini berjalan sesuai aturan dan tidak boleh terkendala oleh persoalan hukum. Kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci agar pembangunan fisik ini berjalan lancar dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegas Bupati Sikka.
Dengan semangat kolaborasi dan pengawasan dari semua elemen, diharapkan pembangunan Puskesmas Nanga dapat selesai tepat waktu, berkualitas, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Lela dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penantian Panjang
Pada bagian lain Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus mengatakan dengan dibangunnya Puskesmas Nanga maka harapan masyarakat Kecamatan Lela akan fasilitas kesehatan yang lebih layak akhirnya terwujud.
Petrus Herlemus mengungkapkan bahwa bangunan lama Puskesmas Nanga telah berusia lebih dari 30 tahun, dibangun pasca-gempa pada tahun 1993. Selama bertahun-tahun, usulan pembangunan gedung baru selalu diajukan, namun belum terealisasi hingga akhirnya terjawab pada tahun 2025.
“Ini adalah jawaban dari sebuah penantian panjang. Selama ini bangunan puskesmas lama tidak lagi representatif dan tidak maksimal dalam memberikan layanan kesehatan,” ujar dia.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












