

Maumere-SuaraSikka.com: Grab kini mulai beroperasi di Maumere Kabupaten Sikka. Kehadirannya sempat melahirkan perdebatan, terutama bagi pelaku jasa sejenis. Sejumlah sopir yang biasa beroperadi di Bandara Frans Seda telah mempersoalkan kehadiran Grab.
Fraksi Partai Nasdem mendorong pemerintah daetah setempat perlu melakukan spsialisasi terhadap seluruh pelaku usaha jasa transportasi agar kehadiran Grab benar benar dipahami sebagai solusi bukan masalah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yosef Nong Soni mencontohkan respon penolakan terhadap Grab yang belum lama ini dilakukan para sopir jasa angkutan di Bandara Frans Seda. Mereka mendatangi Kantor DPRD Sikka untuk menyampaikan sikap penolakan terhadap Grab.
“Mereka mempertanyakan mengapa yang dijanjikan Bupati Sikka adalah hadirnya maskapai penerbangan baru, tapi yang muncul adalah Grab,” sindir Yosef Nong Soni dalam Pemandangan Umum Fraksi atas Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024, Selasa (22/7).
Pada bagian lain, Fraksi Nurani Sejahtera juga memberikan komentar atas kehadiran Grab. Ketua Fraksi Nurani Sejahtera Antonius Tanjung mengatakan di tengah berbagai tantangan pembangunan dan tuntutan pelayanan dasar yang belum optimal, kini hadir satu dinamika baru yang patut diapresiasi yaitu mulainya layanan transportasi berbasis aplikasi digital seperti Grab di wilayah Kota Maumere.
“Kami melihat ini bukan sekadar hadirnya layanan antar-jemput, tetapi merupakan sinyal kuat bahwa masyarakat kita mulai terkoneksi dengan ekosistem digital nasional. Ini adalah bagian dari transformasi sosial dan ekonomi yang tidak bisa dihindari,” ujar dia.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












