DBD Mulai Ancam Warga Sikka, 1 Anak Perempuan 11 Tahun Meninggal Pagi Tadi

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 2,960 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pasien di Ruang Melati RSUD TC Hillers Maumere, Sabtu (10/1)

Suasana pasien di Ruang Melati RSUD TC Hillers Maumere, Sabtu (10/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Penyakit demam berdarah dengue (DBD) diam-diam tengah mengancam masyarakat Kabupaten Sikka. Kabar terkini, seorang anak perempuan berusia 11 tahun, meninggal dunia Sabtu (10/1) dinihari di RSUD TC Hillers Maumere pukul 03.02 Wita.

Ini adalah korban meninggal dunia pertama pada tahun 2026. Bahkan sepanjang tahun 2025, meski kasus DBD cukup banyak yakni 353 kasus, tidak ada satu pun korban meninggal dunia.

Data yang dihimpun dari RSUD TC Hillers, korban meninggal dunia adalah Febriana Fianti yang beralamat di Potet Dusun Kewagunung Desa Seu Sina Kecamatan Kewapante.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus yang dihubungi melalui telepon selular membenarkan kasus kematian seorang anak akibat DBD.

“Ya, meninggal tadi pagi, saya masih pastikan dulu penegakan diagnosanya dari rumah sakit,” terang Petrus Herlemus yang belum lama ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Diterpa Angin Kencang, Pohon Rita Tumbang, Rumah Sipri Aswin di Paga-Sikka Rusak Berat

Petrus Herlemus menjelaskan korban mengalami demam sejak Senin (5/1) lalu. Korban baru dibawa ke RSU Santo Gabriel Kewapante pada Kamis (8/1) dalam kondisi kritis. Saat itu korban langsung dirujuk ke RSUD TC Hillers. Namun karena kondisi sudah kritis sehingga tidak bisa tertolong.

Berita Terkait

Hakim Tolak Praperadilan Penetapan dan Penahanan Tersangka TPPO Eltras Pub Maumere
Gaji PPPK Paruh Waktu di Sikka Rp 600 Ribu, PKB Sikka Usulkan Kurangi Dana Pokir DPRD
Jaksa di Sikka Minta Penyidik Kasus Pembunuhan Noni Dalami Keterlibatan Pelaku Lain
Nasib Nakes PPPK Paruh Waktu di Sikka, Status Naik, Gaji Terjun Bebas
Pater Otto Gusti Madung Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Filsafat Politik
Satu Lagi Perusahaan Penempatan PMI Hadir di Sikka
Warga Kelurahan Kabor di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia di Ruang Tamu, Jenazah Dikerubungi Lalat
Penyidik Polres Sikka Bakal Periksa Novi di Mapolda Jabar
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:40 WITA

Hakim Tolak Praperadilan Penetapan dan Penahanan Tersangka TPPO Eltras Pub Maumere

Selasa, 21 April 2026 - 19:22 WITA

Gaji PPPK Paruh Waktu di Sikka Rp 600 Ribu, PKB Sikka Usulkan Kurangi Dana Pokir DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 08:58 WITA

Jaksa di Sikka Minta Penyidik Kasus Pembunuhan Noni Dalami Keterlibatan Pelaku Lain

Selasa, 21 April 2026 - 07:37 WITA

Nasib Nakes PPPK Paruh Waktu di Sikka, Status Naik, Gaji Terjun Bebas

Jumat, 17 April 2026 - 19:51 WITA

Satu Lagi Perusahaan Penempatan PMI Hadir di Sikka

Jumat, 17 April 2026 - 10:44 WITA

Warga Kelurahan Kabor di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia di Ruang Tamu, Jenazah Dikerubungi Lalat

Kamis, 16 April 2026 - 10:21 WITA

Penyidik Polres Sikka Bakal Periksa Novi di Mapolda Jabar

Rabu, 15 April 2026 - 12:12 WITA

Perlawanan Kader Nasdem Sikka, Tuntut Tempo Minta Maaf

Berita Terbaru