


Maumere-SuaraSikka.com: Pemkab Sikka serius memerangi penyakit demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan rabies. Langkah yang akan dilakukan yakni gerakan massal pemberantasam sarang nyamuk (PSN) untuk mengeliminir DBD dan malaria, serta vaksinasi hewan penular rabies untuk memutus mata rantai rabies.
Komitmen ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Pencegahan DBD, Malaria dan Rabies yang berlangsung di Lantai 3 Kantor Bupati Sikka, Rabu (14/1). Rakor tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sikka Fitrinita Kristiani dan Kepala Dinas Kesehatan Sikka Petrus Herlemus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rakor dihadiri sejumlah pemangku kepentingan seperti Camat, Kepala Desa dan Lurah, dan Kepala Puskesmas. Tampak hadir juga Kasdim Sikka Mayor Cba Dominggus M Atamani, Kepala Dinas Kominfo Even Edomeko, dan Kabid Peternakan Dinas Pertanian Sikka Moang Gobang.
Kegiatan rapat koordinasi itu sendiri semacam media pemadam kebakaran, menyusul kasus DBD yang merenggut nyawa satu anak perempuan berusia 11 tahun pada Sabtu (10/1) di Potet Dusun Kewagunung Desa Seu Sina Kecamatan Kewapante.
Wabup Sikka Simon Subandi Supriadi mengingatkan bahwa DBD, malaria dan rabies masih terus mengancam kehidupan masyarakat. Upaya pencegahan, kata dia, harus dilakukan secara masif, dengan melibatkan seluruh masyarakat. Dia berharap peran aktif Camat, Lurah dan Kepala Desa bersama Kepala Puskesmas saling berkoordinasi secara baik untuk melakukan pencegahan.
“Saya berharap komitmen bersama melalui PSN dan vaksinasi perlu menjadi perhatian dan benar-benar dirindaklanjuti,” ajak Simon Subandi Supriadi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











