Petrus Herlemus mengaku staf Dinas Kesehatan telah melakukan telaahan teknis terkait Puskesmas Tuanggeo. Telaahan teknis tersebut telah diserahkan kepada Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago. Dia belum membeberkan seperti apa telaahan teknis tersebut.
Kuat dugaan Petrus Herlemus berharap proyek pembangunan Puskesmas Tuanggeo dapat dilanjutkan kembali dengan menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU). Karena itulah RDP menjadi pintu masuk bagi Petrus Herlemus untuk mengantongi rekomendasi DPRD Sikka tentang alokasi anggaran kelanjutan pembangunan proyek ini.
Anggaran untuk pembangunan Puskesmas Tuanggeo telah disetopkan oleh Kementerian Kesehatan. Dari nilai kontrak Rp 6.467.987.200, anggaran yang diserap hanya Rp 2.587.194.880. Sisa anggaran senilai Rp 3.880.792.320 tidak bisa dicairkan karena terjadi gagal salur akibat kelalaian dalam menginput dokumen proyek kepada Kementerian Kesehatan. Petrus Herlemus beralasan kondisi fisik tidak memenuhi syarat sehingga sistem terkunci secara terpusat dari kementerian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
DPRD Sikka yang mempunyai hak anggaran sejauh ini belum memberikan keputusan. Saat Rapat Badan Musyawarah (Bammus), Selasa (13/1), DPRD Sikka malah tidak mengagendakan RDP sebagaimana harapan Petrus Herlemus. DPRD Sikka justeru meminta pemerintah menyelesaikan masalah ini secara internal.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












