Dia juga menyinggung cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Sikka yakni 99,53 persen dan tingkat keaktifan JKN 81,43 persen. Menurut dia, cakupan kepesertaan yang ideal adalah 100 persen. Namun hal ini perlu dilihat juga dengan kemampuan masyarakat, kemampuan pemerintah daerah, dan kemampuan pemerintah pusat.
Mangisi Raja Simarmata menyarankan beberapa langkah untuk menaikkan angka partisipasi kepesertaan JKN. Dia mengatakan Pemkab Sikka melalui Dinas Nekertrans perlu mendorong perusahaan-perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya sebagai peserta JKN. Langkah lain, ujar dia, masih ada warga yang mampu secara ekonomi, tapi belum mendaftarkan diri sebagai peserta.
“Ini antara lain potensi untuk meningkatkan keaktifan masyarakat sebagai peserta JKN. BPJS Kesehatan tetap bersinergi untuk meningkatkan jumlah peserta,” ujar dia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera menyampaikan pernohonan maaf karena Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi sedang berada di luar daerah, sehingga dia ditugaskan menerima UHC Award Tahun 2026. Dia menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas penghargaan UHC Award Tahun 2026.
Adrianus Firminus Parera memastikan pemerintah daerah setempat dari waktu ke waktu terus memperbaiki berbagai upaya pelayanan kesehatan di daerah itu. Khusus untuk Program JKN, kata dia, pemerintah berkeinginan kuat agar seluruh masyarakat di daerah itu bisa mengakses Program JKN tidak hanya pada segmen PBI APBD 2, tetapi pada semua segmen.
“Kami terus melakukan evaluasi, langkah-langkah, supaya seluruh segmen dari waktu ke waktu bisa kita tingkatkan jumlahnya,” ujar dia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












