Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 390 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fransisco Soarez Pati

Fransisco Soarez Pati

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan agama telah menjadi bagian dari realitas sosial yang harus diperhitungkan dalam pengaturan politik dan kolonial pada masa itu. Karena itu, memahami sejarah tersebut seharusnya membuat para pemimpin agama masa kini semakin menyadari bahwa Katolik dan Protestan memiliki perjalanan panjang dalam ruang sosial yang sama.

Perbedaan keduanya bukan alasan untuk membangun permusuhan baru, apalagi menjadikan ruang publik sebagai arena pertarungan identitas. Memahami sejarah dengan benar justru dapat membantu kita melihat bahwa kehidupan bersama jauh lebih tua dan lebih penting daripada perdebatan yang sedang viral hari ini.

Karena itulah, akan jauh lebih bermanfaat apabila kecerdasan generasi muda NTT diarahkan untuk menghasilkan sebuah buku mengenai sejarah Katolik dan Protestan di Nusa Tenggara. Buku tersebut tidak perlu menjadi arena pembuktian mengenai siapa yang lebih dahulu, siapa yang lebih unggul, atau siapa yang paling benar. Ia harus menjelaskan bagaimana kedua tradisi hadir, siapa saja yang terlibat, bagaimana respon awal masyarakat, bagaimana agama berinteraksi dengan adat dan kekuasaan, bagaimana pendidikan dan migrasi ikut membentuk komunitas, serta bagaimana dua tradisi kekristenan tersebut akhirnya menjadi bagian dari kehidupan sosial NTT hari ini. Sumbernya pun harus beragam: arsip Portugis dan Belanda, dokumen gereja, catatan sekolah, sejarah kerajaan, silsilah keluarga, tradisi lisan, kesaksian masyarakat, dan penelitian akademik.

Sejarah semacam ini akan jauh lebih berguna bagi generasi mendatang daripada mempertahankan pertengkaran yang tidak menghasilkan pengetahuan.

Peringatan mengenai bahaya perubahan identitas agama menjadi identitas sosial dapat dilihat dari pengalaman Irlandia Utara. Konflik di sana tidak lahir semata-mata karena perbedaan doktrin Katolik dan Protestan, tetapi berkembang dari persilangan sejarah kolonialisme, nasionalisme, politik, persoalan status konstitusional, serta ketimpangan sosial. Dalam proses tersebut, identitas Katolik dan Protestan menjadi salah satu penanda kelompok yang berhadapan.

Baca Juga :  Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Ketika agama berubah dari persoalan iman menjadi tanda “siapa kita” dan “siapa mereka”, perbedaan dapat berkembang menjadi prasangka, segregasi, diskriminasi, kekerasan, dan konflik berkepanjangan. Karena itu, Irlandia Utara bukan contoh bahwa Katolik dan Protestan pasti bermusuhan, melainkan peringatan tentang apa yang dapat terjadi ketika perbedaan identitas tidak lagi dikelola secara dewasa.

Berita Terkait

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi
Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027
Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Berita Terbaru