Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 90 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fransisco Soarez Pati

Fransisco Soarez Pati

Gambaran lain dapat ditemukan di Glasgow melalui rivalitas sepakbola Celtic dan Rangers. Celtic secara historis kuat diasosiasikan dengan komunitas Katolik-Irlandia, sedangkan Rangers secara tradisional diasosiasikan dengan komunitas Protestan dan Unionis. Rivalitas kedua klub tersebut menjadi salah satu hal yang paling sering dikaitkan dengan sektarianisme di Glasgow.

Penelitian pemerintah Skotlandia menunjukkan bahwa identitas budaya, agama, dan politik dapat dibaca melalui afiliasi klub, sementara penanda seperti lagu, pakaian, bendera, sekolah, bahkan nama keluarga dapat memperoleh makna sektarian. Dampaknya tidak selalu berhenti di stadion, tetapi dapat memasuki hubungan sosial dan dalam kasus tertentu berkaitan dengan pengalaman diskriminasi, pengucilan, pelecehan, atau ancaman.

NTT tentu bukan Glasgow dan bukan Irlandia Utara. Sejarah, budaya, struktur sosial, dan pengalaman politiknya berbeda. Namun, perbandingan tersebut penting bukan sebagai ramalan, melainkan sebagai peringatan terhadap sebuah mekanisme sosial: perbedaan doktrin dapat berubah menjadi identitas kelompok, identitas kelompok dapat melahirkan prasangka, prasangka dapat menghasilkan diskriminasi, diskriminasi dapat memperkuat segregasi, dan segregasi yang dibiarkan dapat menjadi bahan bakar konflik.

Karena itu, persoalan perdebatan agama di ruang publik tidak boleh dilihat hanya dari siapa yang menang secara argumentatif. Dua orang dapat selesai berdebat, tetapi ribuan pengikut dapat membawa emosi perdebatan tersebut ke dalam keluarga, lingkungan, sekolah, tempat kerja, dan hubungan sosial. Konflik besar sering kali tidak dimulai dari kekerasan, tetapi dari bahasa, ejekan, label, stereotip, dan kebiasaan memandang kelompok lain sebagai pihak yang harus dilawan.

Baca Juga :  Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut "Terbangun"?

Di sinilah tanggung jawab para tokoh agama dan para pengikutnya menjadi penting. Setiap tokoh tentu memiliki hak untuk menjelaskan dan mempertahankan keyakinannya, tetapi semakin luas pengaruh seseorang di ruang publik, semakin besar pula tanggung jawab sosial yang menyertainya.

Ukuran keberhasilan sebuah perdebatan agama seharusnya bukan jumlah penonton, viralitas, atau banyaknya pendukung yang menyatakan seseorang menang, melainkan apakah masyarakat menjadi lebih dewasa memahami iman sekaligus semakin mampu menghormati sesamanya. Para pengikut pun perlu memahami bahwa perdebatan beberapa orang tidak boleh berubah menjadi permusuhan ribuan orang.

Berita Terkait

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA