Perbedaan Gereja tidak boleh diperlakukan seperti persaingan klub yang menuntut pembelaan tanpa batas. Mempertahankan keyakinan tidak harus dilakukan dengan merendahkan martabat orang yang berbeda.
Masyarakat NTT sudah cukup mengalami bagaimana agama yang dianutnya dijadikan objek politik, terutama dalam momentum Pemilihan Gubernur, ketika identitas keagamaan berpotensi dimanfaatkan untuk membangun dukungan sekaligus menciptakan jarak antar kelompok. Karena itu, jangan lagi kita membangun jarak sosial melalui perdebatan agama.
Perbedaan teologis adalah sesuatu yang wajar, tetapi kebenaran yang diyakini benar secara teologis belum tentu tepat ketika dibawa ke ruang sosial yang lebih luas. Apalagi, tidak semua orang yang menonton atau mengikuti perdebatan tersebut memiliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan teologis yang sama. Apa yang bagi seorang teolog merupakan argumentasi akademis dapat diterima oleh sebagian masyarakat hanya sebagai pembenaran untuk membela kelompoknya dan menolak kelompok yang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang perlu dijaga bukan agar semua orang memiliki tafsir yang sama, melainkan agar perbedaan tafsir tidak berubah menjadi jarak sosial. NTT telah memiliki modal sosial yang jauh lebih berharga daripada kemenangan dalam sebuah perdebatan: hubungan keluarga, persaudaraan, adat, gotong royong, dan kehidupan bersama lintas denominasi yang telah dibangun selama ratusan tahun. Jangan sampai sesuatu yang dimulai sebagai perdebatan teologi berakhir sebagai prasangka sosial.
NTT tidak membutuhkan keseragaman dalam keyakinan untuk tetap menjadi satu dalam kehidupan. Beda dalam iman, beda Gereja, beda tafsir adalah hal yang wajar. Tetapi sebagai satu generasi Flobamora, para pemuka agama seharusnya mampu menjaga lisan dan tutur kata agar suasana persaudaraan tetap terpelihara, sebagaimana prinsip tidak tertulis yang hidup di tengah masyarakat NTT: baku sayang, baku jaga, baku bae.***
Ditulis oleh Fransisco Soarez Pati, penulis buku Perjanjian Lisbon, 1859 dan Akibatnya bagi Timor Flores, Solor Dan Sekitarnya 1847-2024


Ikuti Kami
Subscribe












