Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 390 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fransisco Soarez Pati

Fransisco Soarez Pati

Perbedaan Gereja tidak boleh diperlakukan seperti persaingan klub yang menuntut pembelaan tanpa batas. Mempertahankan keyakinan tidak harus dilakukan dengan merendahkan martabat orang yang berbeda.

Masyarakat NTT sudah cukup mengalami bagaimana agama yang  dianutnya dijadikan objek politik, terutama dalam momentum Pemilihan Gubernur, ketika identitas keagamaan berpotensi dimanfaatkan untuk membangun dukungan sekaligus menciptakan jarak antar kelompok. Karena itu, jangan lagi kita membangun jarak sosial melalui perdebatan agama.

Perbedaan teologis adalah sesuatu yang wajar, tetapi kebenaran yang diyakini benar secara teologis belum tentu tepat ketika dibawa ke ruang sosial yang lebih luas. Apalagi, tidak semua orang yang menonton atau mengikuti perdebatan tersebut memiliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan teologis yang sama. Apa yang bagi seorang teolog merupakan argumentasi akademis dapat diterima oleh sebagian masyarakat hanya sebagai pembenaran untuk membela kelompoknya dan menolak kelompok yang lain.

Yang perlu dijaga bukan agar semua orang memiliki tafsir yang sama, melainkan agar perbedaan tafsir tidak berubah menjadi jarak sosial. NTT telah memiliki modal sosial yang jauh lebih berharga daripada kemenangan dalam sebuah perdebatan: hubungan keluarga, persaudaraan, adat, gotong royong, dan kehidupan bersama lintas denominasi yang telah dibangun selama ratusan tahun. Jangan sampai sesuatu yang dimulai sebagai perdebatan teologi berakhir sebagai prasangka sosial.

Baca Juga :  49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

NTT tidak membutuhkan keseragaman dalam keyakinan untuk tetap menjadi satu dalam kehidupan. Beda dalam iman, beda Gereja, beda tafsir adalah hal yang wajar. Tetapi sebagai satu generasi Flobamora, para pemuka agama seharusnya mampu menjaga lisan dan tutur kata agar suasana persaudaraan tetap terpelihara, sebagaimana prinsip tidak tertulis yang hidup di tengah masyarakat NTT: baku sayang, baku jaga, baku bae.***

Ditulis oleh Fransisco Soarez Pati, penulis buku Perjanjian Lisbon, 1859 dan Akibatnya bagi Timor Flores, Solor Dan Sekitarnya 1847-2024

Berita Terkait

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi
Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027
Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Berita Terbaru