Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 390 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fransisco Soarez Pati

Fransisco Soarez Pati

Perkembangan Protestan pun tidak dapat disederhanakan sebagai kisah tentang satu orang yang “membawa Protestan” ke Timor, Sumba, atau Alor. Prosesnya berlangsung bertahap melalui jaringan Gereja dan lembaga zending Belanda, para pendeta, guru, penginjil, perpindahan penduduk, pendidikan, serta penerimaan dan pengolahan kekristenan oleh masyarakat lokal.

Di Timor, perkembangan zending Protestan terutama berkaitan dengan Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG), dengan tokoh-tokoh seperti Reint Le Bruyn, G. Heijmering, Ter Linden, F. Karbe, dan D. Dauwes yang tercatat dalam perkembangan pelayanan zending di kawasan Timor dan pulau-pulau sekitarnya.

Sementara di Sumba, pekabaran Injil berkembang melalui pelayanan zending dengan tokoh-tokoh seperti J. J. van Alphen, W. Pos, C. de Bruyn, dan kemudian D. K. Wielenga. Perkembangan tersebut juga berkaitan dengan mobilitas orang Sabu, pendidikan, serta hubungan antara misi dan masyarakat lokal. Di Alor, salah satu fase penting misi Protestan berlangsung sejak kedatangan J. F. Niks pada 1901.

Dengan demikian, sejarah kekristenan di NTT bukanlah sejarah tentang satu tokoh yang datang membawa agama baru, melainkan sejarah panjang perjumpaan antara agama, zending, misionaris, kekuasaan kolonial, mobilitas penduduk, pendidikan, adat, dan masyarakat lokal yang secara bertahap membentuk identitas keagamaan masyarakat NTT.

Dalam konteks sejarah yang lebih luas, Perjanjian Lisbon 1859 antara Portugal dan Belanda juga penting untuk dipahami sebagai bagian dari dinamika pengaturan wilayah dan hubungan masyarakat di kawasan Solor dan Timor. Perjanjian yang ditandatangani di Lisbon pada 20 April 1859 tersebut mengatur pertukaran sejumlah wilayah dan penetapan batas kekuasaan kedua negara.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Yang menarik, pasal 10 perjanjian tersebut secara khusus memuat jaminan kebebasan beribadah bagi penduduk di wilayah-wilayah yang dipertukarkan A liberdade dos cultos é garantida por uma e outra parte aos habitantes dos territorios trocados, em virtude do presente tratado. Artinya: Kebebasan beribadah dijamin oleh kedua belah pihak kepada penduduk wilayah-wilayah yang dipertukarkan berdasarkan perjanjian ini.

Berita Terkait

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi
Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027
Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Berita Terbaru