Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 388 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fransisco Soarez Pati

Fransisco Soarez Pati

Bagi Nusa Tenggara Timur, kecenderungan ini patut diperhatikan karena Katolik dan Protestan bukan dua komunitas yang baru bertemu hari ini. Keduanya telah hidup berdampingan dalam sejarah yang panjang dan menjadi bagian dari struktur sosial masyarakat. Perbedaan denominasi tidak menghapus hubungan keluarga, perkawinan, persahabatan, pendidikan, pekerjaan, kehidupan bertetangga, maupun ikatan adat.

Dalam banyak komunitas, orang dapat berbeda Gereja tetapi tetap menjadi saudara, menghadiri acara keluarga satu sama lain, saling membantu ketika berduka, menghadapi bencana, maupun mengalami kesulitan hidup. Kehidupan bersama semacam ini tidak lahir dari keseragaman iman, tetapi dari kemampuan masyarakat menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan. Karena itu, yang perlu dijaga bukan hilangnya perbedaan teologis, melainkan agar perbedaan tersebut tidak berubah menjadi permusuhan sosial.

Baca Juga :  Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere Bakal Seru, 43 SMP Siap Berkompetisi

Untuk memahami persoalan itu secara lebih mendalam, sejarah kehadiran Katolik dan Protestan di Nusa Tenggara perlu dibaca kembali secara serius. Keduanya tidak hadir secara tiba-tiba, tetapi melalui proses panjang yang berkaitan dengan jaringan misi, pelayaran dan perdagangan, kekuasaan kolonial, mobilitas penduduk, pendidikan, politik, adat, serta interaksi dengan masyarakat lokal. Karena itu, sejarah tersebut tidak semestinya dipersempit menjadi pertanyaan mengenai siapa yang lebih dahulu datang atau siapa yang lebih benar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Justeru kompleksitas sejarah itulah yang seharusnya mendorong generasi muda NTT melakukan pekerjaan intelektual yang lebih penting daripada perang komentar di media sosial: menyusun sejarah Katolik dan Protestan di Nusa Tenggara secara kritis, berimbang, dan berbasis sumber.

Baca Juga :  Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Sejarah Katolik di kawasan ini berkaitan erat dengan jaringan pelayaran Portugis dan misi Dominikan yang bergerak melalui Solor, Larantuka, Bola, Sikka, Paga, Ende, Numba, Lena hingga pulau Timor sejak abad ke-16. Miguel Rangel OP memiliki jejak dokumenter yang kuat dalam penguatan misi Solor-Larantuka. Dia mengirim João das Chagas ke Larantuka pada 1617 dan kemudian datang sendiri pada 1630 bersama para misionaris baru.

Nama Antonio Tavares juga muncul dalam sejumlah historiografi dan tradisi mengenai kedatangan awal Portugis dan Katolik di Timor. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah NTT harus dibangun dengan kritik sumber, membedakan antara tradisi, historiografi, dan bukti dokumenter, bukan memilih cerita yang paling menguntungkan kelompok tertentu.

Berita Terkait

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi
Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027
Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik
Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka
3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat
Berhasil Tarik Tunggakan Rp 1,8 Miliar, BRI Maumere Kembali Perpanjang MoU dengan Kejaksaan Negeri Sikka
Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere Bakal Seru, 43 SMP Siap Berkompetisi
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA