Maumere-SuaraSikka.com: Kurang lebih tiga minggu ke depan, manajemen Viu Shorts berada di Maumere, ibukota Kabupaten Sikka. Mereka tengah menggali talenta dari sinemas-sinemas lokal yang punya minat dan bakat di bidang perfilman.
Mira Suraryo, selaku inisiatif Viu Shorts, menjelaskan wadah ini merupakan pendidikan bagi generasi muda di 17 kabupaten/kota di Indonesia. Viu Shorts berinduk kepada Viu Indonesia, di mana Mira Suraryo merupakan Senior Vice President Marketing Indonesia.
Viu Indonesia sendiri tergabung dalam Viu yang terdapat di 16 negara seperti Hong Kong, Singapura, Malaysia, India, Filipina, Thailand, Myanmar, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, dan Qatar.
Viu adalah layanan video terkemuka yang tersedia pada 16 negara. Proposisi nilai untuk Viu dari acara TV premium lokal dan regional yang segar dan lokal, film dan materi asli menghibur jutaan konsumen setiap hari. Terdapat kisah-kisah menarik dengan kualitas kelas dunia, yang memberikan kesempatan bagi bakat lokal untuk memamerkan keahlian mereka di panggung dunia.
Berita Terkait:
“Jadi Viu Indonesia tidak ingin Viu hanya sekedar tempat untuk masyarakat Indonesia menikmati tayangan-tayangan di Asia. Tapi kami ingin Indonesia memiliki talenta-talenta di bidang perfilman. Dan karena itu kami berinisiatif membentuk wadah Viu Shorts untuk menampilkan hasil karya dari talenta-talenta lokal,” jelas Mira Suraryo.
Dengan munculnya talenta-talenta lokal yang kemudian memproduksi film berkarakter lokal, Mira Suraryo menaruh harapan besar semakin banyak produksi film yang lahir dari hasil karya anak-anak Indonesia. Hasil karya tersebut tentu saja harus memiliki standar kualitas internasional dan memiliki daya tarik internasional.
“Viu Shorts ini akan memberikan pendidikan produksi perfilman ke kabupaten/kota, mendidik anak-anak yang memiliki minat dan bakat terhadap dunia perfilman. Sehingga mereka bisa memproduksi sebuah film, yang nanti ditayangkan di Viu dan disaksikan oleh seluruh publik dunia,” ujar dia.
Dia menambahkan jika produksi film dari Kabupaten Sikka sudah masuk dalam pasaran dunia internasional, bukan tidak mungkin banyak wisatawan yang akan datang ke Kabupaten Sikka. Dan apabila ini terjadi, maka secara praktis akan ada keuntungan bagi masyarakat dan daerah.
Salah satu keuntungan yang jelas berdampak yakni tersedianya lapangan kerja, karena produksi film membutuhkan banyak pekerja. Karena itu pesan dia kepada generasi muda, terutama yang memiliki minat dan bakat di bidang perfilman, agar jangan berpikir untuk meninggalkan daerah lalu mengadu nasib ke tempat lain. Hemat dia, ada begitu banyak potensi sumber daya lokal yang bisa memberikan nilai positip jika dijalankan secara baik dan benar.
“Sebagai bangsa Indonesia, banggalah dengan negara ini. Jangan pernah meninggalkan Indonesia. Begitu juga sebagai anak Sikka, banggalah jadi anak Sikka. Jadilah generasi yang produktif. Jadikanlah potensi sumber daya di daerah ini tidak akan pernah habis,” ujar dia.
Dia meminta pemerintah daerah mendukung minat dan bakat generasi muda di bidang perfilman. Intervensi Viu Shorts hanya beberapa waktu saja, karena itu selebihnya pemerintah daerah harus memfasilitasi potensi ini agar terus memiliki kemampuan untuk berkembang. Menurut dia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka perlu mengambil peran yang maksimal.*** (eny)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT















