

ALLELUYA! Lagu-lagu kemenangan menggema di Gereja dan rumah umat Katolik. Paskah menandai kebangkitan Yesus tiga hari setelah kematianNya melalui penyaliban. Kristus telah bangkit. Kebangkitan Kristus melambangkan kehidupan kekal yang diberikan kepada semua orang yang percaya kepada-Nya.
Dalam teologi gereja kecil di Asia Kecil, Paskah dipahami sebagai penderitaan atau sengsara. Secara etimologis, Paskah dalam kata Yunani berasal dari kata kerja yaitu menderita, sedangkan dari bahasa Latin passio atau berarti sengsara atau penderitaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, dalam tradisi Alexandria, Paskah dimengerti sebagai peralihan. Maksudnya, peralihan – transitus – dari duka menuju kegembiraan, dari belenggu menuju kebebasan, dari keadaan yang lama menuju yang baru.
Gereja Barat menggabungkan dua tradisi tersebut. Paskah merupakan transitus per passionem (peralihan melalui penderitaan). Kata Paskah diterjemahkan bukan dengan penderitaan atau passionem, melainkan dengan peralihan atau transitum. Lewat penderitaan-Nya, Kristus beralih dari kematian menuju kehidupan.
Bagi umat Katolik, Paskah bukan hanya sekadar sebuah perayaan tradisional. Tetapi juga merupakan inti dari iman yang menggambarkan harapan, pengampunan, dan kasih Allah kepada umat manusia.
Menurut ajaran Katolik, Yesus Kristus datang ke dunia untuk menebus dosa-dosa manusia melalui kematian-Nya di kayu salib.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












