

Maumere-SuaraSikka.com: Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang bertugas pada Balai Penyuluh Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka dituding bekerja tidak maksimal dalam mendampingi kelompok masyarakat.
Hal ini diungkapkan Fraksi Partai Perindo DPRD Sikka saat menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi dalam agenda Penetapan APBD Sikka Tahun 2025 pada akhir Desember 2024 lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelayanan Tenaga Lapangan di BPK Kecamatan Waigete tidak maksimal dalam mendampingi kelompok masyarakat baik kelompok tani maupun kelompok ternak,” demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Perindo Lukas Lero.
Menurut dia, PPL Pertanian kurang mengunjungi kelompok tani dan terlambat menginput data sehingga para petani kesulitan membeli pupuk di Toko Dirgahayu karena tidak terdaftar dalam sistem.
Sementara itu, terkait kinerja PPL Peternakan, menurut dia, petugas jarang masuk kantor dan kurang mengunjungi sehingga masyarakat kesulitan untuk berkonsultasi dan meminta bantuan ketika ternaknya sakit.

Kepala Dinas Pertanian Yohanes Emil Satriawan menjelaskan sesuai jadwal Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, updating data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebagai dasar untuk memperoleh kuota pupuk bersubsidi akan dilakukan pada bulan Maret 2025.
“Untuk itu kami menjamin akan mengakomodir semua petani untuk dapat mengakses pupuk subsidi setelah dilakukan update data,” jawab dia, Rabu (8/1).
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












