


Maumere-SuaraSikka.com: Ruas jalan Ndete-Tana yang menghubungkan Desa Reroroja dan Legu Woda di Kecamatan Magepanda Kabupaten Siika, makin mengenaskan karena bisa “makan” nyawa pelintas. Program pembangunan sama sekali belum menyentuh ruas jalan ini. Infrastuktur ini hanya menjadi ladang janji politik pada setiap Pemilu dan Pilkada.
Warga masyarakat di Magepanda terus mengeluhkan kondisi ruas jalan yang luput dari perhatian tersebut. Bagi mereka, pemerintah daerah setempat harus lebih serius merespons persoalan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rudolfus Paskalis Dhika, seorang warga Magepanda mengeluhkan secara terbuka kondisi ruas jalan ini. Petani yang juga aktivis sosial kemasyarakatan itu menulis lugas pada akun facebook miliknya. Sepertinya dia ingin persoalan tersebut menjadi konsumsi dan perhatian publik terutama para pemangku kepentingan.
“Ruas jalan Ndete-Tanah Merah hari ini bukan sekadar berlubang. Ia retak oleh kelalaian, hancur bersama harapan warga yang setiap hari melewatinya,” ungkap dia.
Dia lalu membeberkan beberapa kasus yang sempat dialami pelintas. Dua kasus menjadi sorotannya.
“Di jalan ini, dua orang hamil pernah melahirkan di tengah guncangan. Di jalan ini, seorang pasien asma menghembuskan napas terakhirnya sebelum sempat tiba di faskes,” ungkap dia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












