Dinas PKO Sikka Seperti Sarang Penyamun

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 15 September 2023 - 08:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 159 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Gaharpung

Marianus Gaharpung

PERSOALAN sunat dana sertifikasi guru di Kabupaten Sikka, belum tuntas. Kasus yang viral dan sempat menjadi trending topic itu masih dalam proses menuju sidang di Pengadilan Tipikor.

Belum sempat bikin daerah ini tarik napas, eeehhhh, kini muncul lagi dugaan penggelapan tunjangan daerah terpencil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalau dana sertifikasi guru terjadi pada triwulan pertama tahun 2023, kali ini penggelapan tunjangan daerah terpencil malah terjadi pada tahun 2022.

Sunat dana sertifikasi guru mengorbankan 820 guru pegawai negeri. Sedangkan pemotongan tunjangan daerah terpencil mengorbankan 30 lebih guru.

Jika kasus sunat dana sertifikasi nilainya Rp 642.159.226, maka kasus yang ini nilainya mencapai Rp 900 juta lebih.

Wow! Rusak benar tata kelola administrasi keuangan Dinas PKO Kabupaten Sikka. Dalam bahasa Sikka, boleh dibilang rusak rasak sawe.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Sungguh prihatin! Dinas PKO yang tupoksinya urus  pendidikan, seharusnya memberi contoh dan menjadi garda terdepan dalam pelayanan tata kelola keuangan yang baik. Ternyata yang diharapkan tidak sesuai ekspektasi.

Jika terjadi seperti ini, timbul kecurigaan siapa makan siapa di Dinas PKO? Apa benar uang tersebut digelapkan oleh oknum pejabat di Dinas PKO sekarang? Atau masalah ini merupakan tumpukan pada kadis-kadis terdahulu?

Mantan Kadis PKO Sikka YHVS alias HS sudah jadi tersangka kasus sunat dana sertifikasi. Sangat boleh jadi dia tidak tahu persoalan ini.

Itu jawaban sederhana, murah dan juga sebagai alasan rasional bahwa persoalan uang Rp 900 juta lebih bukan tanggungjawabnya.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Fraksi PKB yang menghembuskan isu tidak sedap ini, jangan asal lempar bola panas saja. Justeru sebaliknya harus menyertakan bukti. Dengan demikian dugaan modus kejahatan luar biasa ini dapat diberantas.

Semua kejadian dugaan korupsi pada masa kepemimpinan Bupati Fransiskus Roberto Diogo dan Wabup Romanus Woga — atau yang familiar dengan sebutan Roma — semakin membuktikan Roma gagal dalam melakukan pengawasan serta penertiban tata laksana keuangan di Pemkab Sikka.

Atas fakta baru yang dibeberkan Fraksi PKB, menjadi amunisi bagi penyidik Kejaksaan Negeri Sikka untuk membedah lebih mendalam tentang pengelolaan uang demi membongkar sarang penyamun di Dinas PKO.***

Ditulis oleh Marianus Gaharpung, dosen FH Ubaya

Berita Terkait

Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA