




PAGI ini dapat kabar Mendagri Tito Karnavian menunjuk Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera sebagai Penjabat Bupati Sikka. Alvin — begitu nama kecilnya — bakal dilantik di Kupang pada 20 September 2023 nanti.
Dia menggantikan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga yang selesai masa kepemimpinan untuk Periode 2018-2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menjadi Penjabat Bupati Sikka, bukan sebuah kebetulan. Mendagri tentu punya pertimbangan rasional dan matang hingga akhirnya memutuskan Alvin dari 9 nama lain yang diusulkan.
Tidak gampang bagi Alvin melaksanakan tugas mahaberat ini. Apalagi berhadapan dengan realitas peninggalan buruk Fransiskus Roberto Diogo dan Romanus Woga, pasangan yang familiar disebut Roma.
Roma datang dengan idealisme dan mimpi besar melalui visi misi pemenuhan hak-hak dasar warga Kabupaten Sikka. Ternyata fakta membuktikan lain. Sangat bertolak belakang.
Kabupaten Sikka luluh lantah. Pemenuhan hak-hak dasar hanya pemanis bibir untuk mendulang suara rakyat.
Proyek gagal di mana-mana. Dugaan korupsi antri. PAD tidak pernah mencapai target. Prestasi wajar tanpa pengecualian (WTP) hanya simbol karena tidak tampak dalam prestasi pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah.
Roma 5 tahun tidak bisa dibanggakan sama sekali. Pemerintahan ini minim prestasi. Kas daerah bisa-bisanya kosong.
Celakanya lagi, Bupati Sikka doyan mutasi jabatan. Tanpa visi. Hanya untuk bagi-bagi kewenangan. Prestasi perangkat daerah tetap saja nihil.
Belum lagi Bupati Sikka yang terkenal suka ingkar janji ini, terlihat bingung selama memimpin Kabupaten Sikka. Hampir semua perencanaan pembangunan gagal total.
Alvin Parera bakal memimpin Kabupaten Sikka 1 tahun lebih. Tugas terpenting dia yakni memperbaiki tata kelola Pemkab Sikka yang dalam kondisi berantakan ditinggalkan Roma.
Sebagai Sekda Sikka, saya meyakini Alvin tahu betul “lobang” mana yang mesti ditambal. Mungkin saja power dan kewenangannya terbatas di hadapan Roma yang selalu merasa diri hebat, sehingga Alvin tidak bisa berbuat banyak.
Jabatan Penjabat Bupati adalah amanah. Bukan untuk gagah-gagahan. Alvin tidak boleh lupa bahwa dia memiliki tanggung jawab moral membawa Kabupaten Sikka keluar dari keterpurukan.
Satu hal yang perlu serius diurus Alvin yakni maraknya dugaan korupsi di Kabupaten Sikka. Alvin harus memiliki komitmen yang kuat untuk memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme yang luar biasa hebat selama 5 tahun terakhir.
Nah, apakah Penjabat Bupati Sikka mampu mendukung aparat penegak hukum dalam penegakan hukum terkait proyek-proyek negara yang mangkrak?
Penjabat Bupati Sikka harus dapat memberikan prestasi riil, walaupun masa waktu relatif singkat. Bangun kembali puing-puing keterpurukan, agar jangan ikut terpuruk.
Profisiat Alvin Parera, putra asli Natar Sikka atas jabatan baru sebagai Penjabat Bupati Sikka.***
Ditulis oleh Marianus Gaharpung, dosen FH Ubaya















