Demonstran dari GMNI Sikka mendatangi Kantor Dinas PKO setempat dengan mengusung sebuah spanduk bertuliskan GMNI Menggugat, Stop Kapitalisasi Pendidikan, Dinas PKO Penjahat.
Aksi ini berkaitan dengan persoalan 163 paket proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Unum Specific Grand.
GMNI Sikka menduga kuat adanya indikasi KKN dalam pengerjaan 163 paket proyek. Indikasi KKN, menurut GMNI Sikka, terjadi antara Dinas PKO, kontraktor dan anggota DPRD Sikka sebagai perancang anggaran pokir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi GMNI Sikka berlangsung damai. Mereka gagal bertemu Kepala Dinas PKO Sikka yang sedang bertugas ke Jakarta.
Lima perwakilan aksi hanya bertemu Sekretaris Dinas PKO Sikka. Itu pun tidak menjawabi pikiran dan pendapat GMNI Sikka, karena diskusi yang terjadi tanpa ada referensi data dari Dinas PKO Sikka.
Ketua GMNI Sikka Yohanis Maro memastikan pihaknya akan kembali mendatangi Kantor Dinas PKO Sikka pada Kamis (19/10), karena kabarnya Kepala Dinas PKO Sikka sudah berkantor pada saat itu.*** (eny)
Halaman : 1 2















