Di Jalan Banteng misalnya, ratusan pelajar yang mengenakan seragam sekolah, sudah menunggu sejak pagi hari. Sekolah diliburkan untuk menyambut kedatangan jenazah Uskup Agung Ende.

Perarakan panjang sejauh kurang lebih 4 kilometer, apalagi di tengah teriknya matahari, tidak menyurutkan semangat umat Katolik dan lintas agama menyatu dalam suasana duka yang begitu mendalam atas kepergian Uskup yang murah senyum itu.
Keberagaman dan toleransi beragama, terlihat kuat sekali saat prosesi perarakan jenazah Uskup Agung Ende. Tampak ibu-ibu berkerudung Muslim di Jalan Banteng, membagi-bagikan air mineral kepada umat Katolik yang ikut dalam perarakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah kurang lebih 2 jam, jenazah Uskup Agung Ende akhirnya disemayamkan di Gereja Katedral Ende.
Rencananya Uskup Agung Ende akan dimakamkan pada Kamis (23/11) pada tempat pemakaman Uskup dan Imam di Ndona.
Sebelum pemakaman, akan dilaksanakan Misa Requiem pada malam ini dan besok malam. Besok pagi akan dilaksanakan Misa Pelepasan untuk kemudian jenazah diarak ke lokasi pemakaman di Ndona.
Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota menghembuskan napas terakhir di RS Sint Carolus pada Minggu (20/11) pukul 18.21 WIB.*** (eny)

Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












