Stop Pin Emas, Rakyat Butuh “Beras”

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 20 Maret 2024 - 14:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 553 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Gaharpung

Marianus Gaharpung

PENGADAAN Pin Emas ternyata masih menjadi debatabel yang seru. Menariknya karena sekarang debatabel tentang barang ini sudah masuk kembali ke Gedung Kulababong.

Baik juga Pin Emas terus menjadi perdebatan antara para wakil rakyat, sehingga pada akhirnya mereka bisa mengambil keputusan yang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Betul bahwa sudah ada keputusan, sebagaimana pernyataan Ketua Fraksi PAN Philipus Fransiskus. Betul bahwa pembahasan Pin Emas sudah melalui mekanisme dan tata cara persidangan di DPRD Sikka.

Menjadi menarik ketika Pin Emas yang sudah diputuskan, bahkan tertuang dalam dokumen APBD 2024, toh masih diperdebatkan. Dan hebatnya, yang memulai perdebatan adalah Wakil Ketua DPRD Sikka Yosep Karmianto Eri yang justeru pemegang palu sidang saat pembahasan Pin Emas.

Alur ini menggambarkan bahwa sesungguhnya pengadaan Pin Emas senilai Rp 525 juta bukanlah harga mati. Pengadaan Pin Emas masih bisa diutak-atik. Atau dengan kata lain boleh dibatalkan, sebagaimana usulan Yosep Karmianto Eri. Sangatlah tidak wajar, jika karena perubahan pikiran politis ini, lalu Yosep Karmianto Eri kemudian dicap sebagai Pilatus.

APBD 2024 memang sudah ditetapkan. Tapi itu bukan berarti menjadi tabu untuk merevisi APBD 2024. Pemkab Sikka dan DPRD Sikka setiap tahun berulang kali melakukan revisi APBD. Bukan tidak mungkin, tahun ini APBD 2024 juga direvisi. Apalagi hampir pasti harus ada rasionalisasi anggaran sebesar kurang lebih Rp 90 miliar. Nah, kalau terjadi revisi karena tuntutan ketersediaan anggaran, apa wajar disebut Pilatus?

Berita Terkait

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:33 WITA

Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:11 WITA

Gempa Guncang Sikka, Belanja Tidak Terduga Naik Drastis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:14 WITA

Padam 5 Hari Akibat Gempa Bumi Tektonik, Listrik di Palue Kembali Nyala

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:05 WITA

Anak-Anak di Nitunglea-Palue Lewati 5 Titik Longsoran Ekstrim Demi Ambil Bantuan Sembako

Berita Terbaru

Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi menyerahkan bantuan tenda kepada warga terdampak gempa bumi tektonik di Kecamatan Talibura, Sabtu (22/8)

Bencana Alam

Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura

Sabtu, 22 Agu 2026 - 14:33 WITA