Stop Pin Emas, Rakyat Butuh “Beras”

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 20 Maret 2024 - 14:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 553 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Gaharpung

Marianus Gaharpung

Pin Emas itu bukan kebutuhan riil warga masyarakat Kabupaten Sikka yang kini diwakili 35 anggota DPRD Sikka. Pin Emas hanya bentuk cinderamata saja. Boleh diadakan. Boleh juga tidak diadakan. Tidak wajib.

Sebagai bahan refleksi, kita boleh bertanya, hal konkrit apa saja yang sudah dirasakan rakyat Sikka atas kerja keras 35 anggota Dewan dalam kaitan dengan implementasi  APBD selama 2019 sampai 2024?

Mungkin ada saja yang dirasakan masyarakat, sedikit atau banyak, entahlah. Tapi realita yang tidak bisa diabaikan bahwa banyak proyek gagal. Kasus dugaan korupsi sepanjang 2019- 2024 begitu marak. Nah, kalau ini faktanya, tentu saja rakyat boleh menggugat peran dan tanggung jawab para wakil rakyat yang memiliki kewenangan anggaran dan pengawasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepentingan publik justeru tidak diperjuangkan secara maksimal. Kondisi ini berbeda ketika menyangkut kepentingan pribadi anggota DPRD Sikka, seperti halnya Pin Emas. Ada saja anggota Dewan yang mati-matian berjuang mempertahankan pengadaan Pin Emas dan mengabaikan situasional krisis anggaran.

Rebudgeting Anggaran Lumrah
Perubahan APBD adalah sesuatu yang lumrah. Perubahan anggaran terjadi karena adanya perkembangan yang tidak sesuai asumsi-asumsi dalam kebijakan anggaran. Misalnya, tidak tercapainya proyeksi pendapatan daerah dan/atau alokasi belanja daerah.

Kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Sikka dianalogi dalam kondisi “sakit parah”. Seluruh anggota Dewan yang Agustus 2024 nanti memasuki purnatugas, seharusnya tahu benar kondisi keuangan Pemkab Sikka.

Berita Terkait

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:33 WITA

Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:11 WITA

Gempa Guncang Sikka, Belanja Tidak Terduga Naik Drastis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:14 WITA

Padam 5 Hari Akibat Gempa Bumi Tektonik, Listrik di Palue Kembali Nyala

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:05 WITA

Anak-Anak di Nitunglea-Palue Lewati 5 Titik Longsoran Ekstrim Demi Ambil Bantuan Sembako

Berita Terbaru

Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi menyerahkan bantuan tenda kepada warga terdampak gempa bumi tektonik di Kecamatan Talibura, Sabtu (22/8)

Bencana Alam

Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura

Sabtu, 22 Agu 2026 - 14:33 WITA