Ruang kelas hening. Para siswa hanya diam dibalut wajah tegang karena sedang “pusing” mengutak-atik rumus-rumus hitung dagang untuk menjawab lima pertanyaan.
Di tengah keheningan itu, Pak Yonas berujar, “Saya perhatikan kalian semua serius mengerjakan soal. Saya doakan semoga banyak yang menjadi Imam. Tapi dari kalian semua, ini Budi… dia bisa jadi Uskup.”
Suasana hening seketika, pecah dengan senyum gembira. Wajah tegang pun sirna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Betul itu e, Pak Guru,” sahut beberapa teman bersemangat.
Pak Yonas kemudian meminta Budi menjelaskan di papan tulis rumus-rumus yang digunakan untuk menjawab dua pertanyaan. Dengan melihat penjelasan Budi, teman-teman seisi kelas pun bisa menjawab tiga pertanyaan berikutnya.
Medio 1982. Pertama kali ketemu Budi di Seminari Hokeng. Nama lengkapnya Paulus Budi Kleden yang akrab disapa Budi atau Polce atau No Poce — dalam dialek orang Nagi/Larantuka.


Ikuti Kami
Subscribe












