Ini Budi: Dia Bisa Jadi Uskup

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 23 Agustus 2024 - 07:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 2,345 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pater Budi Kleden bersama Philip Gobang pnada suatu kesempatsn, sebelum ditunjuk menjadi Uskup Agung Ende

Pater Budi Kleden bersama Philip Gobang pnada suatu kesempatsn, sebelum ditunjuk menjadi Uskup Agung Ende

SUATU hari pada semester kedua 1984. Para siswa kelas 3 SMA Seminari San Dominggo Hokeng, Flores Timur, yang terbagi dalam kelas A dan B, dikumpulkan dalam satu kelas.

Hari itu ada pelajaran tambahan untuk persiapan menghadapi pekan EBTANAS atau Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pak Yonas Gelly, guru pengampu mata-pelajaran Tata Buku dan Hitung Dagang, memberikan pelajaran tambahan dengan beberapa pertanyaan.

Mata pelajaran Tata Buku dan Hitung Dagang ini terbilang unik ketika itu, melengkapi mata pelajaran Ekonomi dan Koperasi. Unik dan bikin pening tepatnya, karena para siswa dituntut mampu menguasai rumus-rumus hitung dagang yang cukup rumit.

“Kalian jangan anggap pelajaran ini tidak penting,” ujar Pak Yonas Gelly memulai nasihatnya.

“Nanti kalau kalian menjadi Imam di Paroki atau menjadi misionaris di mana pun, kalian sudah punya bekal untuk mengelola kehidupan ekonomi dan sosial umat. Bagi yang tidak menjadi Imam, pelajaran ini juga penting untuk mengelola kehidupan ekonomi keluarga,” tutur Pak Yonas.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:38 WITA

3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Berita Terbaru