Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Internasional Pater Dr Puplius Meinrad Buru, SVD mengatakan konferensi internasional ini merupakan kesempatan untuk merefleksikan lebih jauh landasan, peluang, dan tantangan teologi publik dalam konteks Indonesia kontemporer.
“Teologi publik di Indonesia menjadi semakin penting bukan hanya karena kesadaran yang mendalam di kalangan umat Kristiani akan dimensi sosial dari iman Kristen, melainkan juga
karena adanya tuntutan sosial yang mengharuskan umat beragama berkontribusi aktif dalam wacana publik mengenai isu-isu yang berkaitan dengan agama. Upaya perbaikan kehidupan sosial
di masyarakat luas merupakan iktiar untuk mencapai kemajuan dalam semua aspek kehidupan,”
ujar Pater Puplius, sebagaimana rilis yang diterima media ini, Kamis (26/9).
Pater Puplius menambahkan terdapat beberapa kegiatan dalam konferensi internasional. Pada Kamis (26/9) akan ada Academic Writing Workshop bagi para dosen dan mahasiswa IFTK Ledalero.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya pada Jumat (27/9),
kegiatan Konferensi Internasional Teologi dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama akan ada diskusi bersama Stephan van Erp dan Paulus Budi Kleden.
Stephan van Erp akan membawakan materi dengan topik Living with the Hidden God, The Sacramentality of Public Life.
Sementara Paulus Budi Kleden akan membawakan materi bertopik Woundedness and
Solidarity, Toward a Compassion based Politics.
Sesi kedua adalah diskusi paralel yang dibagi dalam lima kelompok diskusi. Para pembicara pada sesi ini berasal dari IFTK Ledalero, antara lain Dr Otto Gusti Madung, Dr Alexander Jebadu, Dr Bernardus Subang Hayong, Dr Khanis Suvianita, Robert Mirsel, MA, Sefrianus Juhani, Fransiskus Bala Kleden, M.Th, Jean Loustar Jewadut, M.Th dan Yohanes Adrianus Mai, S.Fil, B.Theol, B.Min.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












