“Masa kegembalaan Uskup Kheru selama 10 tahun sejak 2008 sampai 2018, merupakan masa peletakan fondasi yang kokoh bagi bangunan gereja lokal keuskupan di wilayah ini,” ujar Uskup Ewal.
Uskup Ewal kemudian mengenang kembali sebuah pernyataan Mgr Kheru dalam salah satu kesempatan ketika mereka sedang bersama-sama.
“Dalam situasi kemajemukan Keuskupan Maumere dan Kabupaten Sikka motto Ut Omnes Unum Sint mengungkapkan harapan saya ke depan supaya ada kesehatian, ada saling pengertian, ada saling mengakui kelebihan dan menyadari kekurangan masing-masing, guna menciptakan persaudaraan sejati antara suku-suku yang beraneka dan antara umat yang beraneka agama. Motto ini menjadi doa bersama dalam Keuskupan Maumere ini dan seterusnya,” demikian pernyataan Uskup Kheru yang diulangi Uskup Ewal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Uskup Ewal mengatakan Mgr Kheru dalam seluruh karya kegembalaannya telah meletakkan dasar dasar kokoh di keuskupan ini.
“Beliau mengawali karya kegembalaannya dengan mempelajari situasi nyata medan kegembalaan meskipun Beliau sendiri adalah putra Sikka,” ujar Uskup Ewal.
Uskup Ewal mengatakan kurang lebih 5 tahun sebelum digagasnya Sinode Keuskupan yang pertama, Uskup Kheru mengunjungi Paroki-Paroki, menyusuri medan kegembalaan.


Ikuti Kami
Subscribe












