Menurut Uskup Ewal, Mgr Kheru adalah seorang pendoa, orang yang berdialog dengan Allah, sekaligus terbuka bekerja sama dengan para Imam dan umat. Hal ini untuk memajukan komunitas gereja Keuskupan Maumere.
Bagi Uskup Ewal, Mgr Kheru adalah seorang Bapak, Guru, Kakak dan Sahabat.
“Sebagai Bapak, dia melahirkan saya sebagai pelanjut karya kegembalaan Yesus di tempat ini. Sebagai Guru, dia mengajarkan saya para Imam, Biarawan Biarawati, tidak dengan kata-kata tapi dengan hidupnya. Sebagai Kakak, dia menunjukkan kami jalan yang benar dalam karya kegembalaan ini. Sebagai Sahabat, dia tidak membiarkan saya, kami, berjalan sendiri, dia memutuskan untuk tetap tinggal bersama di Lepo Bispu,” ungkap Uskup Ewal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada bagian akhir, Uskup Ewal menyampaikan permohonan maaf jika dalam kebersamaan selama ini, ada banyak hal yang tidak berkenan di hati.
“Tentu bukan karena kami sengaja, tapi karena kelemahan dan ketidakmampuan kami memahami kedalaman hatimu,” sebut Uskup Ewal.
Uskup Ewal berharap Mgr Kheru selalu mendoakan dirinya yang akan terus melanjutkan jejak-jejak karyanya demi kemuliaan nama Tuhan di bumi Sikka ini.


Ikuti Kami
Subscribe












